TOPIK
Polemik di Papua
-
Langkah ini diambil menyusul adanya ancaman keamanan serius serta deteksi pergerakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB.
-
Berada di bawah ancaman langsung dari Kelompok bersenjata dan cuaca ekstrem, para pekerja ini berhasil dibawa pulang dalam kondisi selamat.
-
Ramli S (51), seorang warga sipil, ditemukan tak bernyawa di pinggir Jalan Sosial Matoa diduga akibat penyerangan brutal dari TPNPB.
-
Tiga markas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan digerebek TNI.
-
Pelariannya pentolan TPNPB terhenti setelah empat tahun berpindah-pindah tempat dan bersembunyi di hutan Papua.
-
Serangan terjadi sekitar pukul 11.45 siang, menargetkan aparat militer yang sedang melakukan operasi penyisiran ke arah Material, Dekai.
-
TPNPB Kodap I Mamta secara terang-terangan menolak dan tidak mengakui dokumen mobilisasi massa yang beredar.
-
Korban, yang teridentifikasi bernama Baharudin, ditemukan tak bernyawa dengan luka bacok serius di leher. Pelaku diduga anggota TPNPB.
-
Dukungan tindak TPNB secara gamblang disampaikan oleh Soleman Nemetow, salah satu tokoh adat Papua.
-
Lekagak Telenggen meminta mereka dan semua diplomat lain untuk menghentikan perpecahan dan bekerja sama.
-
Menyikapi potensi gangguan keamanan oleh TPNPB pasca operasi, aparat keamanan segera merespons dengan memperketat pengamanan di Yahukimo.
-
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025 bersama Polres Nabire berhasil meringkus seorang tokoh penting TPNPB, Jayainus Pogau alias Supi Pogau.
-
Pelaku tewas setelah dilumpuhkan petugas, hanya berselang kurang dari dua jam setelah ia membacok dua warga sipil di Distrik Dekai.
-
Jayainus Pogau alias Supi Pogau, Komandan Batalyon Hetobia TPNPB Kodap III Nduga, berhasil ditangkap tanpa perlawanan berarti.
-
TPNPB dari dua komando daerah pertahanan (Kodap) secara resmi mendeklarasikan siap perang terbuka melawan pasukan militer Indonesia.
-
Insiden mencekam ini terjadi di kios milik korban di Jalan Elite, Distrik Dekai, pada Sabtu, 1 November 2025, menjelang sore.
-
Komnas HAM) melayangkan desakan keras kepada TNI dan TPNPB segera menghentikan seluruh aksi kekerasan di Papua.
-
Sosok dan nama Benny Wenda belakangan ini menjadi sorotan dan perhatoian publik usai disebut sebagai Presiden Papua Barat.
-
TPNPB menuntut pembubaran struktur pemerintahan sementara ULMWP dan pengakuan tunggal terhadap Benny Wenda sebagai Presiden.
-
Markas Pusat Komite Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengeluarkan seruan yang mengejutkan pada 1 November 2025.
-
Setelah lama menjadi buronan, Dugi Telenggen alias Dugwi Kogoya, pentolan TPNPB wilayah Puncak, akhirnya tak berkutik.
-
Seorang warga pendatang asal Sulawesi Selatan, Joko, menjadi korban penyerangan brutal menggunakan senjata tajam oleh orang tak dikenal (OTK).
-
Dua karyawan konter telepon seluler nyaris menjadi korban dalam serangan OTK yang diduga kuat bertujuan menciptakan teror dan keresahan.
-
Aksi kekerasan diduga didalangi oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) kembali terjadi di Yahukimo, Papua Pegunungan.
-
Bupati Kaimana, Hasan Achmad pun memastikan kemanaan seluruh tenaga kesehatan (nakes) dan guru yang bertugas di daerah terpencil.
-
Pelaku ditangkap di Kampung Ulume, Kabupaten Lanny Jaya, diidentifikasi sebagai Dugi Telenggen alias Dugwi Kogoya, TPNPB wilayah Puncak.
-
Lima warga sipil dilaporkan menjadi korban dalam serangan brutal yang diduga dilakukan oleh TPNPB pimpinan Aibon Kogoya, Minggu (26/10/2025).
-
Ribuan warga sipil di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan terpaksa mengungsi dan alami trauma akibat operasi militer melawan TPNPB.
-
Seluruh guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di sana terpaksa mengungsi secara mendadak pada Sabtu (25/10/2025).
-
Kekerasan di Kabupaten Yahukimo kembali memanas dengan insiden penganiayaan berat terhadap warga sipil di Dekai, Papua Pegunungan oleh TPNPB.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved