Sejarah Indonesia

Di Timor-Timor 80 Prajurit Paskhas Siap Lempar Granat ke INTERFET saat Pangkoopsau Ditodong Senjata

Berawal dari senjata pasukan Interfet (Australia) mengarah ke Pangkoopsau II. Pasukan khusus TNI AU, Paskhas pun langsung bereaksi

Editor: Andreas Eko Prasetyo
kolase/ist
Pasukan Elit Australia dan Paskhas 

TRIBUNJAMBI.COM - Pertempuran pasukan elite dua negara kerap terjadi. Indonesia pun sudah sering mengalami itu.

Kala itu Indonesia dan Australia saling miliki urusan di Timor-timor (kini Timor Leste) di tahun 1999.

Dari situlah Pasukan elite TNI AU Indonesia bersitegang dengan pasukan elite Australia.

Berawal dari senjata pasukan Interfet (Australia) mengarah ke Pangkoopsau II. Pasukan khusus TNI AU, Paskhas pun langsung bereaksi. Granat tangan sudah siap jika pertempuran jarak dekat

Peristiwa ini terjadi pada 1999, saat Korpaskhas atau Paskhas dikirim ke Timor-timor.

Baca juga: TIMOR LESTE Jadi Sapi Perah Australia Usai 20 Tahun Lalu Pisah dari Indonesia, Ini Penyebabnya

Baca juga: Pemerintah Timor Leste Panik Setelah Dokumen Rahasia Selandia Baru Bocor, Ada Bahaya Besar Mengancam

Baca juga: Polisi dan Militer Bentrok Presiden Timor Leste Akan Dibunuh, Dili Mencekam Banyak Pertumpahan Darah

Ada cerita menegangkan dari perjuangan pasukan elite TNI AU.

Saat itu sedang proses jajak pendapat dan ketegangan berkecamuk di sana.

Jajak pendapat di Provinsi Timor-Timur, sekarang Timor Leste, itu sebelum lepas dari Indonesia pada September 1999.

Warga Timor-Timur yang memilih untuk tetap bergabung dengan NKRI, berbondong-bondong meninggalkan Timor Timur.

Mereka pergi dengan tergesa-gesa karena dibayang-bayangi konflik bersenjata yang bisa meletus sewaktu-waktu, sebagaimana dilansir Tribunjambi.com dari intisari online.

Pascareferendum, satuan-satuan pasukan RI yang semula bermarkas di Timor Timur juga bergegas meninggalkan negara baru itu, sambil membawa perlengkapan tempur.

Mereka bergerak keluar Tim-Tim dalam konvoi serta formasi militer siap tempur.

Tapi, ketegangan justru makin memuncak sewaktu pasukan multinasional The Internal Force of East Timor ( INTERFET ) yang dipimpin pasukan khusus Australia, mulai mendarat demi melancarkan operasi stabilitas keamanan di sana.

Pasukan Interfet mendarat pertama kali menggunakan pesawat C-130 Hercules milik Angkatan Udara Australia pada 20 September 1999.

Baca juga: Bahan Alami untuk Redakan Sakit Asma - Bawang Putih, Jahe, Temulawak, Kafein

Baca juga: Ini Alasan Habib Rizieq Shihab Tolak Oksigen dari Dokter Polda Metro Jaya, Padahal Mengaku Sakit

Baca juga: Pesan Dinas Pendidikan pada 50 CPNS Guru yang Baru, Sikap, Etika, Moral

Pendaratan pasukan itu membuat suasana pagi kota Dilli yang semula tenang, langsung berubah tegang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved