Wawancara Eksklusif

Perjalanan Karier H M Syukur: Sopir, Artis, DPD RI, hingga Bupati Merangin

H. M. Syukur mendapat amanah untuk memimpin Kabupaten Merangin pada periode 2025-2030. Berikut nukilan wawancara Tribun Jambi bersama Bupati Merangin.

|
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Frengky Widarta
WAWANCARA EKSLUSIF - Pemimpin Redaksi Tribun Jambi, Yoso Muliawan (kiri) saat berbincang dengan Bupati Merangin, H M Syukur, beberapa waktu lalu. 

Sekarang ada jalan Inpres untuk menunjang program ketahanan pangan. Prinsip kita sekarang adalah infrastruktur di Kabupaten Merangin ini harus lancar dulu buat masyarakat. Maka rencananya, akan kita mantapkan akses jalan itu bisa dilalui oleh masyarakat.

Yang penting aset jalan untuk masyarakat lancar dulu, sebagai akses pendidikan, ekonomi, sosial, dan kesehatan bagi masyarakat, target kita 70 persen jalan mantap di Merangin.

Tribun: Nah, Pak Bupati, ini kan Pak Presiden atau Pemerintah Pusat ada beberapa program yang diturunkan ke daerah, seperti MBG, Koperasi Merah Putih. MBG gimana progresnya di Kabupaten Merangin?

Syukur: Nah, MBG (Makan Bergizi Gratis), saya belum bisa memberikan gambaran yang terlalu besar ya, tapi kita selalu berupaya, supaya paling tidak, di Kabupaten Kota ini ada satu dululah yang bisa jalan.

Kita ada diskusi dengan Pak Dandim, Kapolres, supaya program MBG ini bisa jalan. Kemudian masalah Koperasi Merah Putih, saya cek sudah hampir 92 persen dari 215 desa dan kelurahan, sudah saya tanda tangani beserta camat untuk percepatan pembuatan akta notaris Koperasi Merah Putih. Nanti kita akan diskusi dengan pemerintah pusat, untuk mekanisme ke depannya seperti apa, mungkin persepsi dan pandangan ini harus kita samakan dulu.

Pemerintah pusat minta bangun dulu infrastrukturnya, maka kita bangun dulu infrastruktur koperasinya, Badan, kemudian nanti tinggal skema pembiayaan nanti kita diskusi lagi dengan pemerintah pusat, setiap desa dan kelurahan harus ada Koperasi".

Tribun: Nah, pak Bupati, ini terkait efisiensi anggaran dampaknya ke kita harus kreatif, seperti apa kreativitas dari pak Bupati?

Syukur: Kalau saya pribadi, jujur, saya tidak begitu menganggap efisiensi anggaran itu menjadi masalah, tinggal kita daerah menyesuaikan, yang di potong inikan sebenarnya lemak-lemaknya saja. Contoh, misalnya perjalanan dinas, dari 100 persen menjadi 50 persen, kemudian makan minum, dari 100 persen menjadi 30 persen.

Contoh lain, internet, dulu Pemerintah Merangin bayar internet hampir Rp3 miliar, dikontrak masing-masing, dan sekarang kita ubah. Internet sekarang hanya satu pintu. Nah, biayanya lebih murah, sekitar Rp1 miliar.

Ke depan ada teknologi baru, dengan dana Rp 500 juta sudah beres. Jadi menurut saya, tidak masalah, justru dalam efisiensi anggaran ini banyak hal-hal yang menurut saya bisa kita terobos. Misalnya, dari anggaran yang kita potong-potong itu kemudian kita bisa menganggarkan jamkesmas tambahan untuk 10 ribu untuk warga tidak mampu.

Kemudian kita bisa bantu beasiswa berupa peralatan sekolah buat anak-anak tidak mampu, anak yatim, dan efisiensi anggaran ini bisa mengajarkan kita untuk menempatkan anggaran itu tepat sasaran. Misalkan, ada yang protes kenapa Bupati membeli mobil dinas, dari total anggaran yang sudah dianggarkan untuk membeli mobil dinas kita habiskan semua, sebagai penunjang prioritas untuk kegiatan di lapangan.

Jadi efisiensi anggaran itu bukan dihabiskan semua tiap posnya, tapi dikurangi. Kalau dihabiskan semua, gimana kita bisa jalan. ATK kita kurangi, semua undangan itukan sudah bisa via WA, jadi tidak ada halangan menurut saya untuk efisiensi anggaran.

Tinggal semangat kita aja nih, kita mau sungguh-sungguh tidak membangun daerah ini. Untuk gaji pegawai, TPP, tidak ada yang dikurangi atau dipangkas, hanya yang dikurangi ekstranya saja, jadi aman penghasilan pegawai buat anak istri dan keluarganya.

Tribun: Pesan-pesan buat masyarakat Merangin untuk membersamai Pak Bupati dalam membangun Kabupaten Merangin untuk lima tahun ke depan?

Syukur: Saya berharap dari semua ini, saya mengajak seluruh masyarakat Merangin, kita harus bekerja sama-sama. Daerah kita ini milik kita bersama, harus kita jaga, kita rawat, kita bangun.

Kita ingin membuat perubahan, harus dimulai dari diri kita masing-masing. Dimulai dari hal kecil, yaitu semangat untuk menjaga daerah ini. Maka dari itu, saya mengajak seluruh masyarakat Merangin, mari bersama-sama mewujudkan perubahan yang lebih baik untuk lima tahun ke depan.

(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)

 

Baca juga: Wawancara Ekslusif: Perjalanan Hurmin dari Sopir hingga Bupati Sarolangun

Baca juga: Wawancara Ekslusif Bersama Hartman Manap, Saksi Sejarah Pembentukan Provinsi Jambi

Baca juga: Wawancara Eksklusif Kasus Bobol Rekening Bank Jambi Rp7,1 M, Wadir Reskrimum: Cuma Sisa Rp80 Ribu

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved