Wawancara Eksklusif

Perjalanan Karier H M Syukur: Sopir, Artis, DPD RI, hingga Bupati Merangin

H. M. Syukur mendapat amanah untuk memimpin Kabupaten Merangin pada periode 2025-2030. Berikut nukilan wawancara Tribun Jambi bersama Bupati Merangin.

|
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Frengky Widarta
WAWANCARA EKSLUSIF - Pemimpin Redaksi Tribun Jambi, Yoso Muliawan (kiri) saat berbincang dengan Bupati Merangin, H M Syukur, beberapa waktu lalu. 

Syukur: Ya, sebenarnya itu kan merupakan dari lika-liku perjalanan kehidupan saja ya. Itu, jangan ditiru yang kayak begitu. Itulah cara Allah SWT menolong saya.

Waktu itu orang Sungai Manau, kampung saya, itu kan banyak jadi sopir tuh. Waktu itu kan mobil angkot banyak di Kota Jambi.

Jadi setelah saya pulang sekolah, untuk mencari uang tambahan belanja sekolah, saya menjadi kernet taksi, itu gak diketahui oleh kakak saya itu--kalau tahu kakak pasti saya dimarah.

Kemudian saat saya sudah bisa mengemudikan mobil, nah, saat saya di Jakarta itulah saya menjadi sopir taksi, walaupun saat itu saya belum tahu rute jalan di Jakarta. Waktu itu saya juga belum punya SIM.

Dalam perjalanan itulah saya bertemu dengan seorang produser, dan saya diajak untuk main film.

Tribun: Pak Bupati sempat menjadi pengacara juga ya saat selesai kuliah?

Syukur: Sempat, tapi gak terlalu fokus seperti kawan-kawan yang lain. Kemudian saya sempat ikut kursus, ikut organisasi salau satu pengacara, jadi saya ada memegang kartu pengacara.

Tribun: Nah Pak Bupati, di waktu umur 5 Tahun pak Bupati sempat kehilangan sosok ayah, seperti apa pak Bupati mengenang sosok ayah?

Syukur: Ya, jadi kalau saya ini samar-samar ya. Saya ingat itu, saya ini anak yang gak pernah pisah dari ayah. Ke mana saja ayah saya, saya selalu ikut. Ya, kalau ayah ke Jambi, saya ikut.

Waktu itu, saya ingat, saya pernah ikut ke Jambi, tidur di salah satu hotel, hotel yang cukup okelah saat itu. Waktu ayah saya beli deterjen. Ditinggal saya sendiri. Saya nangis teriak manggil-manggil ayah saya, pokoknya ayah saya ke mana saja, saya selalu ikut terus. Ke sungai, ke kebun, pokoknya saya ikut.

Saya anak kelima dari enam bersaudara, jadi kalau minta duit, saya minta sama ayah saya, sama ibu saya selalu gak dapet. Kalau mau ke sungai--dulu kan bapak saya punya mobil hartop--saya selalu minta ikut. Pokoknya saya sangat dekat dengan ayah.

O iya, pasti, saya sayang sama ayah saya, makanya saat saya berkeluarga, saya punya anak, saya selalu dahulukan waktu untuk hal yang penting buat anak saya.

Sewaktu saya menjadi anggota DPD RI dulu, saya selalu sempatkan waktu minimal sekali seminggu untuk anak saya, karena saya sedih saat mengenang waktu ambil rapor dulu, ayah saya sudah tidak ada. Yang pasti saya ingin dalam sisi apa pun, di manapun ayahnya berada, anak saya harus dapat merasakan kasih sayang dari ayahnya.

Tribun: Setelah Bapak menjadi artis, terjun ke dalam dunia politik, berawal dari menjadi anggota DPD RI, tiga periode yang ful dijalani, kemudian periode ke-4 terpilih kembali, namun mengundurkan diri demi mencalonkan diri menjadi Bupati Merangin. Selama menjadi legislator, apa saja legasi yang sangat penting menurut pak Bupati bagi masyarakat di Jambi?

Syukur: Ya, sebenernya perwakilan daerah ini kan merupakan wakil di daerah ya. Memang secara jujur, banyak yang harus dibenahi, makanya saya hampir selama 10 tahun menjadi pimpinan fraksi di kelompok di DPD RI.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved