Dilarang Beli BBM Subsidi, Supir di Jambi Protes Bawa Ratusan Truk ke Kantor DPRD

Keluarnya surat edaran dari bpmigas yang melarang mobil dump truck membeli BBM Subsidi jenis solar di SPBU, menuai protes dari para supir truk.

Dilarang Beli BBM Subsidi, Supir di Jambi Protes Bawa Ratusan Truk ke Kantor DPRD
Tribunjambi/Zulkifli
Puluhan supir truk protes terkait larangan isi BBM subsidi di Kota Jambi. 

Dilarang Beli BBM Subsidi, Supir di Jambi Protes Bawa Ratusan Truk ke Kantor DPRD

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Keluarnya surat edaran dari bpmigas yang melarang mobil dump truck membeli BBM Subsidi jenis solar di SPBU, menuai protes dari para supir truk di Provinsi Jambi.

Jumat (20/9) pagi ratusan sopir truk mendatangi Kantor DPRD Provinsi Jambi dengan membawa truknya masing-masing menuntut agar mereka dapat kembali membeli dan mengisi BBM subdsidi di SPBU.

Mereka mengaku sopir sekaligus pemililik truk, bukan dari perusahaan.

"Kami ini, para supir-supir dump truck ini tidak boleh lagi mengisi minyak solar di semua SPBU. Katanya itu sudah keputusan dari Migas. Kalau itu tidak diperbolehkan bagaimana anak kami mau makan," kata Wandi salah satu sopir kepada Tribunjambi.com, Jumat (20/9).

Disampaikan Wandi, semua sopir yang datang hari itu merupakan truk milik pribadi, bukan dari perusahaan.

Baca: Sungai Pematang Rahim Tertutup Sampah, Warga Mengeluh Perahu Tak Bisa Lewat

Baca: Pemkab Tebo, Polres Tebo dan Kodim 0416/Bute Gelar Salat Istisqa

Baca: Serapan Anggaran Kurang 50 Persen, BKD Tanjab Timur Yakin Capai Target

Baca: Tanjab Barat Dikepung Kabut Asap, Wartawan Bagikan 4.000 Masker untuk Warga

Baca: Karhutla Kian Parah, Seberang Kota Jambi Gelap Tertutup Kabut Asap

"Kebanyakan ini semuanya milik pribadi bahkan ada yang kredit. Biasanya kami ngangkut material seperti pasir dan tanah," jelasnya .

Dia menyebut, mereka datang ke Kantor DPRD Provinsi Jambi untuk mencari solusi dari para wakil rakyat.

Menurutnya, jika memang bagi mereka selaku masyarakat kecil tidak bisa lagi membeli BBM Subsidi jenis solar, maka buat-buat apa lagi diadakan, lebih baik ditiadakan atau disama ratakan.

"Tidak bolehnya baru beberapa hari ini, sebelum-sebelumnya bisalah dijatah 60 liter per hari," pungkas Wandi.

Halaman
123
Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved