OJK dan Industri Jasa Keuangan Siap Bantu Sukseskan SP2020

Endang Nuryadin, Kepala OJK Provinsi Jambi mengatakan OJK dan Industri Jasa Keuangan siap membantu mensukseskan SP2020.

OJK dan Industri Jasa Keuangan Siap Bantu Sukseskan SP2020
Tribunjambi/Fitri Amalia
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi pagi ini melaksanakan kegiatan senam bersama. 

OJK dan Industri Jasa Keuangan Siap Bantu Sukseskan SP2020

TRIBUJAMBI.COM, JAMBI - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi pagi ini melaksanakan kegiatan senam bersama. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara BPS dan OJK Jambi.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor BPS Provinsi Jambi, Jumat (20/9). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK) Jambi.

Dadang Hardiwan selaku Kepala BPS Provinsi Jambi mengatakan, senam bersama OJK ini merupakan satu di antara rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Statistik Nasional 2019 yang jatuh pada tanggal 26 September. Disamping perayaan HSN, ada pula kegiatan akbar BPS yakni Sensus Penduduk (SP) 2020.

Baca: Tanjab Barat Dikepung Kabut Asap, Wartawan Bagikan 4.000 Masker untuk Warga

Baca: Karhutla Kian Parah, Seberang Kota Jambi Gelap Tertutup Kabut Asap

Baca: Kronologi Zaenal Abidin Tewas setelah Berkelahi Lawan Polisi karena Tilang, Dipukul Traffic Cone

Baca: 10 Pose Gronya Somerville, Fans Jonatan Christie Serang Instagram Si Cantik Gara-gara Foto Berdua

Dia berharap melalui industri jasa keuangan, tahap pelaksanaan SP2020 bisa tersosialisasikan di lingkungan industri jasa keuangan dan masyarakat. "Statistik bukan hanya milik BPS, tetapi milik seluruh masyarakat," ujarnya pada Tribunjambi.com.

Apalagi saat ini SP2020 dapat dilakukan secara online, sehingga Dadang berharap industri jasa keuangan bisa melaksanakan sensus penduduk online.

"Karena saya yakin, orang-orang di industri jasa keuangan melek teknologi," katanya.

Pada kesempatan ini Dadang juga menjelaskan, SP2020 yang ke tujuh ini merupakan sensus pertama yang menggunakan Combined Methode. Perbedaan SP2010 dengan SP2020 adalah jika SP2010 menggunakan metode manual untuk frame dan pengumpulan data, dan penggunaan data menggunakan kuesioner. Sedangkan SP2020 menggunakan Geo Spasial untuk metode frame utama dan menggunakan data pengumpulan data multi metode (PAPI, CAPI, dan CAWI). 

"Sensus penduduk ini memastikan tidak ada satupun orang di Indonesia yang tidak terdaftar, karena hakekatnya data yang paling dasar data penduduk yang merupakan subjek dan objek pembangunan," kata Dadang.

Endang Nuryadin, Kepala OJK Provinsi Jambi mengatakan OJK dan Industri Jasa Keuangan siap membantu mensukseskan SP2020.

"Nantinya ditiap perbankan kita bisa memasang Banner SP2020, kami siap membantu karena Industri jasa keuangan pastinya juga menggunakan data penduduk," pungkas Endang.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved