Kronologi Zaenal Abidin Tewas setelah Berkelahi Lawan Polisi karena Tilang, Dipukul Traffic Cone

"Satu polisi yang nyamperin kami, kemudian memanggil polisi yang di ujung, karena dia lama tidak mendengar, kemudian saya disuruh ..."

Kronologi Zaenal Abidin Tewas setelah Berkelahi Lawan Polisi karena Tilang, Dipukul Traffic Cone
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi traffic cone 

"Satu polisi yang nyamperin kami, kemudian memanggil polisi yang di ujung, karena dia lama tidak mendengar, kemudian saya disuruh manggil, pas baliknya itu nah di sanalah saya lihat paman saya itu dipukul pakai kerucut (traffic cone)," ungkap Ikhsan, ponakan pria yang berkelahi dengan polisi.

TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa ini terjadi di Lombok Timur, seorang pria meninggal karena berkelahi dengan polisi.

Terungkap pengakuan terbaru tentang kasus Zaenal Abidin (29), pengendara yang kena tilang lalu berkelahi dengan polisi hingga tewas.

Pengakuan itu muncul dari ponakan korban, Ikhsan.

Ikhsan merupakan orang yang menemani Zaenal saat mengambil sepeda motornya di Satlantas Lombok Timur pada waktu kejadian.

Baca Juga

 Kronologi Kecelakaan Maut Ambulans pengantar Jenazah Vs Truk di Tol Pejagan-Pemalang!

 Penampakan Ular Berkaki di Indragiri Hulu saat Karhutla, Seperti King Kobra Ukurannya Besar

Temuan Ular Berkaki Kondisi Mati Bikin Heboh, Cek Penjelasan Ahli Biologi LIPI tentang Hewan Itu

 Siapa Sebenarnya Sukanto Tanoto? Konglomerat Indonesia yang Disebut Punya Lahan di Calon Ibu Kota

 Siapa Sebenarnya Ningsih Tinampi? Viral di Facebook Ajak Bicara Orang Kesurupan dan Diajak Becanda

"Paman saya yang memukul duluan, memukul pakai tangan, minta motor," ungkap Ikhsan, usai diperiksa penyidik Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (20/9/2019).

Namun, setelah itu, lanjut Ikhsan, dirinya disuruh memanggil salah satu anggota polisi yang pada saat itu berjarak jauh dari tempatnya.

"Satu polisi yang nyamperin kami, kemudian memanggil polisi yang di ujung, karena dia lama tidak mendengar, kemudian saya disuruh manggil, pas baliknya itu nah di sanalah saya lihat paman saya itu dipukul pakai kerucut (traffic cone)," ungkap Ikhsan.

Ikhsan mengaku melihat ada tiga orang oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap pamannya.

Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana menargetkan akan menetapkan tersangka selama kurang lebih 3 minggu.

“Penetapan tersangka mungkin dua sampai tiga minggulah,” ungkap Nana, ditemui Jumat (13/9/2019).

Halaman
123
Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved