Serapan Anggaran Kurang 50 Persen, BKD Tanjab Timur Yakin Capai Target

Hingga pertengahan tahun 2019 serapan anggaran Pemerintah Tanjab Timur baru mencapai 44,70 persen dari pagu anggaran Rp 1,265 triliun, Jumat (20/9).

Serapan Anggaran Kurang 50 Persen, BKD Tanjab Timur Yakin Capai Target
Tribunjambi/Abdulah Usman
Jembatan Muara Sabak, Tanjab Timur. 

Serapan Anggaran Kurang 50 Persen, BKD Tanjab Timur Yakin Capai Target

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Hingga pertengahan tahun 2019 serapan anggaran Pemerintah Tanjab Timur baru mencapai 44,70 persen dari pagu anggaran Rp 1,265 triliun, Jumat (20/9).

Kepala Badan BKD Tanjab Timur Nusirwan melalui Kasubid Perbendaharaan BKD Andriyani, kepada Tribunjambi.com menuturkan, memasuki pertengahan tahun 2019 ini realisasi PAD di Tanjabtim terus berjalan meski perlahan.

Baik dari OPD, instansi maupun dari pihak kecamatan yang ada di Tanjab Timur sebanyak 11 Kecamatan. Memang diakui dari beberapa instansi tersebut ada yang sudah terlihat ada juga yang masih lambat.

"Hingga saat ini serapan anggaran tahun 2019 saat ini baru mencapai 44,70 persen dari pagu Rp 1,265 triliun atau masih kurang Rp 566 miliar lagi," ujarnya. 

Baca: PAD Merangin Masih Rendah, BPPRD Pesimis Capai Target

Baca: Tanjab Barat Dikepung Kabut Asap, Wartawan Bagikan 4.000 Masker untuk Warga

Baca: Karhutla Kian Parah, Seberang Kota Jambi Gelap Tertutup Kabut Asap

Baca: VIDEO: Detik-detik Penangkapan Kurir Narkoba di Sarolangun, Suara Tembakan Terdengar Berkali-kali

Dengan keadaan tersebut dan dengan sisa waktu yang ada pihaknya optimis serapan anggaran di Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan mencapai target dengan waktu yang telah ditentukan. 

Sejauh ini paling besar serapan anggaran baru dari kecamatan yang rata rata mencapai 60 persenan. Sedangkan untuk SKPD masih belum terlihat.

"Karena memang untuk anggaran di SKPD memang banyak pekerjaan kecil-kecil," ujarnya.

Untuk OPD sendiri ada beberapa yang masuk kategori rendah diantaranya di Dinas PU hingga saat ini baru 25,37 persen dari pagu anggaran  255 miliar atau baru terealisasi sebesar Rp 64 miliar. 

"Salah satu penyebabnya  karena ada dana tambahan 17 miliar di perubahan. Sehingga mempengaruhi dari realisasi. Selain PU Perkim juga masih terbilang kecil," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved