Satu Lagi Manfaat Kopi, dengan Mencium Aromanya Saja Ternyata Berefek pada Kerja Otak
Begitu besarnya dampak kafein pada otak, dengan hanya mencium aroma kopi kerja otak pun bisa meningkat. Tidak percaya? Ini buktinya!
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
Satu Lagi Manfaat Kopi, dengan Mencium Aromanya Saja Ternyata Berefek pada Kerja Otak
TRIBUNJAMBI.COM - Begitu besarnya dampak kafein pada otak, dengan hanya mencium aroma kopi kerja otak pun bisa meningkat.
Tidak percaya? Ini buktinya!
Tribunjambi.com mengutip Klikdokter.com, penulis Ruli Nurulia mengatakan, hanya dengan mencium aroma kopi tanpa meminumnya kerja otak bisa meningkat.
Hasil ini terkuak lewat sebuah penelitian yang dipimpin oleh Stevens Institute of Technology di New Jersey, Amerika Serikat (AS), yang menguji teori mereka pada mahasiswa bisnis yang mengikuti ujian aljabar.
Baca juga
Cara Menghindari Diabetes, Mulai Kopi hingga Harus Banyak Berjalan
Menyeruput Kopi Pagi Hari di Danau Kumbang, Pengalaman Istimewa Wisata Jambi
Caption Menohok Mulan Jameela Diduga Singgung Maia Estianty, Sampai Diperingatkan Netizen
2 Jam Usai Suaminya Meninggal, Wanita Ini Ditemukan Anaknya Juga Berpulang di Samping Jasad Ayahnya
Lewat penelitian ini, didapatkan hasil bahwa performa para mahasiswa yang mencium aroma kopi di ruang ujian menjadi lebih baik.
Ini karena otak mereka bereaksi seolah-olah mereka mengonsumsi kafein.
Para peneliti menyebut bahwa para partisipan menganggap performa mereka akan meningkat jika mereka mencium aroma kopi.
Percaya akan kemampuan diri juga mungkin salah satu alasan mereka dapat menyelesaikan ujian dengan baik.
"Kopi diketahui dapat meningkatkan energi dan kecerdasan, mengurangi risiko diabetes tipe 2, melindungi dari demensia dan penyakit Alzheimer, menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan metabolisme, dan menurunkan risiko kematian dini," kata dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, memaparkan khasiat ngopi.
Dengan hasil penelitian ini, kemungkinan salah satu manfaat kopi bisa didapat tanpa harus meminumnya!
Meski demikian, penelitian ini tidak menyebutkan apakah efek kimiawi pada otak saat mencium aroma kopi sama dengan efek kafein jika diminum.
Baca juga
Pemkab Bungo akan Dukung Penuh Jika Kopi jadi Produk Unggulan
Warga Batang Asai Beralih ke Kopi, Desa Ini akan Beri Merek Kopi Makalam Sekaladi
Tips Mencegah si Kecil Mempunyai Tubuh Pendek saat Ia Dewasa
Terpotong saat Dikhitan, 8 Tahun Kemudian Keluarga Korban Tuntut RS karena Tidak Tumbuh Kembali
Efek mencium aroma kopi
Meski mencium aroma kopi dikatakan berpengaruh terhadap kerja otak, tapi para peneliti mengesankan aroma tersebut memiliki efek plasebo.
Ada faktor percaya bahwa aroma tersebut dapat memberikan respons positif (atau secara umum bisa juga negatif).
Ketika partisipan mengenali bau kopi dan langsung mengasosiasikannya dengan kafein lewat secangkir kopi, maka otak langsung bereaksi seperti mereka meminumnya.
"Bukan hanya aroma kopi yang dapat membuat performa partisipan menjadi lebih baik dalam melakukan tugas analitis yang membuat hasil penemuan ini menarik, tapi partisipan memang merasa bahwa kinerja mereka akan lebih baik, dan ini juga berkontribusi terhadap meningkatnya kerja otak mereka," kata pemimpin penelitian Adriana Madzaharov seperti dilansir di Mail Online.
Sebagai bukti, partisipan dibagi menjadi dua grup, yaitu grup yang ujian di ruangan yang beraroma kopi, sedangkan grup lainnya di ruangan yang tidak diberikan pewangi apa pun.
Baca juga
Harga Kopi Turun karena Banyaknya Pasokan, Petani Tidak Bersemangat Tanam Ulang
Masih Proses PIRT, Produk Kopi Batang Asai Masih Dijual Secara Ecer
Maia Estianty Jadi Dosen Tamu di Universitas Indonesia, Lihat Keseruannya Saat Mengajar
Kehilangan 50 Kg Berat Badannya dalam 5,5 Bulan, Wanita Ini Justru Merasa Tertekan dengan Kulitnya
Hasilnya, grup yang ujian di ruangan yang beraroma kopi berhasil mendapatkan nilai lebih tinggi dibandingkan grup lainnya!
Manfaat lain kafein sebagai stimulan otak
Selain dapat meningkatkan level energi, suasana hati, dan kesadaran, kafein merupakan stimulan yang merangsang sistem saraf pusat dan memengaruhi kinerja otak (psikoaktif).
Inilah yang dapat membantu Anda mengurangi rasa lelah dan lebih fokus.
Keampuhan kafein lainnya, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal "Nature Neuroscience", kafein dapat memperkuat konsolidasi memori atau daya ingat.
Sedangkan menurut penelitian di Universitas Florida Selatan dan Universitas Miami, AS, ditemukan bahwa kafein dalam kopi berhubungan dengan penurunan risiko serta memperlambat proses terjadinya demensia.
Ini tentunya kabar baik bagi pencinta kopi yang tak hanya senang mencium aromanya, tapi juga menyesapnya dari cangkir.
Jika Anda termasuk orang yang harus ngopi setiap hari, ketahuilah dosis dan kadar kafein yang aman bagi tubuh.
Berikut ini adalah kandungan kafein pada kopi yang dipaparkan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter:
Baca juga
Kisah Rio Menduniakan Cita Rasa Kopi Liberika Tanjabbar, Hingga Memberi Skill Penyandang Disabilitas
Kopimu Ungkap Kepribadianmu, Jadi Kopi Jenis Mana yang Paling Kamu Sukai?
Lima Pantangan yang Perlu Anda Perhatikan Pasca-operasi Caesar
VIDEO: Apa yang Dilakukan Pilot saat Tahu Mantan Guru jadi Penumpang Pesawat Diterbangkannya?
Kopi hitam : 8 oz. (237 mL) 95-200 mg
Kopi decaf : 8 oz. (237 mL) 2-12 mg
Teh : 8 oz. (237 mL) 14-70 mg
Espreso : 1 oz. (30 mL) 47-75 mg
Espreso, decaf : 1 oz. (30 mL) 0-15 mg
Kopi instan : 8 oz. (237 mL) 27-173 mg
Kopi instan, decaf : 8 oz. (237 mL) 2-12 mg
Latte atau mocha : 8 oz. (237 mL) 63-175 mg
Tak hanya itu, sekaleng minuman bersoda umumnya mengandung 54 mg kafein, sekaleng minuman berenergi mengandung setidaknya 80 mg kafein, dan sebungkus cokelat bar mengandung 9-30 kafein.
"Mengonsumsi kafein sebanyak 200-300 mg per hari atau setara dengan 2-4 gelas kopi per hari merupakan batas aman yang dapat ditoleransi oleh orang dewasa yang sehat secara fisik," jelas dr. Nadia.
Hindari mengonsumsi kafein berlebih (lebih dari 500-600 mg per hari) jika Anda tak ingin mengalami gangguan tidur, gelisah, tremor, atau gangguan lambung.
"Jika Anda termasuk orang yang sensitif atau tidak suka kopi sebagai sumber kafein, mungkin dengan menghirup aromanya bisa membantu kerja otak meningkat," imbuh dr. Nadia.
Baca juga
Minum Kopi Kurangi Resiko Alzheimer di Usia Senja, Ini Kata Peneliti
Kopi Tubruk, Apa Sih Itu, Gimana Bikinnya Ya?
Pencipta Kartun Spongebob Stephen Hillenburg Meninggal Dunia karena Penyakit ALS, Idap Sejak 2017
Pilot Ketiduran, Bandara Terlewat Hingga 46 Kilometer
Artikel ini sudah tayang di Klikdokter.com, dengan judul: Hanya dengan Mencium Aroma Kopi, Kerja Otak Bisa Meningkat