Kesehatan
Tips Mencegah si Kecil Mempunyai Tubuh Pendek saat Ia Dewasa
Pada usia dewasa, setiap individu sudah punya patokan tinggi badannya masing-masing. Ada yang tinggi, sedang dan ada juga yang pendek.
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Pada usia dewasa, setiap individu sudah punya patokan tinggi badannya masing-masing. Ada yang tinggi, sedang dan ada juga yang pendek.
Berbeda dengan anak-anak, di usia mereka sesuai dengan kelompok umur, jenis kelamin, dan ras yang sama umumnya memiliki tinggi badan yang kurang lebih mirip. Atas dasar itu, dibuatlah semacam panduan rentang tinggi badan normal pada anak.
"Karena itu, jika Bunda mendapati si Kecil lebih pendek dari teman-teman sebayanya,apalagi jika perbedaannya signifikan, mencurigai ada yang salah adalah suatu hal yang beralasan," ungkap dr. Karin Wiradarma yang dilansir Klikdokter.com.
Menurut Karin, anak yang bertubuh pendek perlu diterapi segera. Ini karena sekitar 75 persen dari anak yang memiliki tubuh pendek dapat berakhir menjadi orang dewasa yang tinggi badannya 12 cm lebih pendek daripada rata-rata.
Baca Juga
6 Mitos Keliru Tentang Seks, dari Membilas Miss V Hingga Posisi Mencegah Kehamilan
Anak-anak Berkemampuan Super di Dunia, dari Penyalur Energi hingga Bisa Banyak Bahasa
Separuh Balita di Muarojambi Bertubuh Pendek, Apa Latar?
Orang-orang Bertubuh Tinggi Miliki frekuensi Seks Lebih Banyak
Definisi tubuh pendek
Seorang anak dikatakan memiliki tubuh pendek apabila tingginya berada di bawah tinggi rata-rata anak sebayanya (usia yang sama).
Hal tersebut juga harus disesuaikan dengan anak yang memiliki jenis kelamin dan ras yang sama.
"Bunda juga perlu melihat kurva pertumbuhan standar, yang bisa didapat dari posyandu ataupun laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)," jelas Karin.
Jika setelah disesuaikan dengan kurva pertumbuhan standar, tinggi badan si Kecil kurang dari persentil tiga untuk usianya, itu artinya ia termasuk pendek.
Penyebab tubuh pendek
Tubuh pendek bisa berarti dua hal: suatu variasi normal atau kelainan medis.
Variasi normal terjadi ketika anak tersebut memiliki kedua orang tua yang bertubuh pendek, namun tingginya masih lebih dari persentil tiga kurva standar.
Sementara itu, kelainan medis berupa tubuh pendek dapat terjadi akibat beberapa hal, seperti kelainan genetik (sindrom Down, sindrom Turner, kelainan genetik pada tulang), kekurangan hormon pertumbuhan atau hormon tiroid, penyakit kronis (penyakit tuberkulosis, penyakit jantung bawaan, penyakit usus, dan lainnya), atau kurang gizi.
Bunda perlu waspada apabila pertumbuhan si Kecil lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak seusianya, mengalami penurunan berat badan, kurang nafsu makan, dan pubertas yang terlambat.
Baca Juga
Rujuk Kembali Setelah Suami Sempat Direbut Pelakor, Intip Yuk Kediaman Tata Janeta Sekarang
iPhone Seri Terbaru Sudah Bisa Dipesan Mulai 7 Desember di Sini
Maia Estianty Jadi Dosen Tamu di Universitas Indonesia, Lihat Keseruannya Saat Mengajar
Kehilangan 50 Kg Berat Badannya dalam 5,5 Bulan, Wanita Ini Justru Merasa Tertekan dengan Kulitnya
Cegah tubuh pendek