Kesehatan
Tips Mencegah si Kecil Mempunyai Tubuh Pendek saat Ia Dewasa
Pada usia dewasa, setiap individu sudah punya patokan tinggi badannya masing-masing. Ada yang tinggi, sedang dan ada juga yang pendek.
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
Kurang optimalnya nutrisi yang didapat oleh si Kecil adalah salah satu penyebab paling sering dari tubuh pendek.
Oleh karena itu, manajemen nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil yang optimal.
Bagaimana tidak, zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral saling bekerja sama untuk membentuk sel-sel tubuh si Kecil.
Selain itu, zat gizi juga penting untuk pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak.
Apabila bahan bakunya kurang, tak heran jika pertumbuhan tinggi si Kecil pun menjadi kurang optimal.
Meskipun rata-rata anak yang memiliki orang tua bertubuh pendek juga memiliki tinggi badan yang pendek, penelitian menunjukkan bahwa mereka tetap dapat tumbuh lebih tinggi apabila diberikan nutrisi yang cukup.
Karena itu, sangat penting bagi Bunda untuk mengajarkan kebiasaan makan yang sehat kepada si Kecil.
Penelitian juga memperlihatkan bahwa asupan yang cukup dari protein, kalsium, dan zat besi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi badan anak.
Anak yang memiliki tubuh pendek didapati mengalami kekurangan asupan dari zat gizi tersebut, jika dibandingkan dengan anak yang memiliki tinggi badan normal.
Protein sangat penting untuk pertumbuhan tubuh si Kecil, karena diperlukan untuk pembentukan sel-sel tubuh.
Protein bisa didapat dari sumber hewani maupun nabati. Sumber protein hewani meliputi daging, unggas, telur, dan susu. Sementara itu sumber protein nabati adalah tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
Baca Juga
Lima Pantangan yang Perlu Anda Perhatikan Pasca-operasi Caesar
VIDEO: Apa yang Dilakukan Pilot saat Tahu Mantan Guru jadi Penumpang Pesawat Diterbangkannya?
GALERI FOTO: Mengantar Ajal ke Puncak Everest, Ratusan Jasad Tidak Dievakuasi
Pilot Ketiduran, Bandara Terlewat Hingga 46 Kilometer
Sedangkan kalsium adalah mineral yang paling banyak di dalam tubuh, yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang.
Apabila kalsium kurang, pertumbuhan tulang tidak dapat berjalan dengan optimal untuk mencapai tinggi badan yang normal.
Kalsium dapat diperoleh terutama dari susu.
Makanan kaya zat besi yang dapat Bunda jadikan pilihan untuk si Kecil adalah hati, daging sapi, kacang merah rebus, dan tahu. Bunda juga dapat memberikan ikan, telur, ayam, serta sayuran hijau.