Harga Kopi Turun karena Banyaknya Pasokan, Petani Tidak Bersemangat Tanam Ulang 

Petani kopi Desa Mandala Jaya keluhkan harga kopi murah, masyarakat harapkan campur tangan pemerintah.

Harga Kopi Turun karena Banyaknya Pasokan, Petani Tidak Bersemangat Tanam Ulang 
TRIBUN JAMBI/DARWIN SIJABAT
Biji kopi 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Petani kopi Desa Mandala Jaya keluhkan harga kopi murah, masyarakat harapkan campur tangan pemerintah.

Sebagaimana diketahui dalam enam bulan terakhir, harga kopi kering di kabupaten Tanjab Barat mengalami penurunan harga yang signifikan. Bahkan turunnya harga kopi ini mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 17 ribu perkilogramnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para petani Kopi Liberika di Tanjab Barat enam bulan lalu sempat menikmati harga kopi Rp 40 ribu per kilogramnya.

Baca: Masih Proses PIRT, Produk Kopi Batang Asai Masih Dijual Secara Ecer

Namun saat ini harganya turun tajam menjadi Rp 23ribu per kilogram. Kondisi ini membuat petani kopi di Desa Mandala Jaya Kecamatan Betara mengeluh.

Salah seorang petani kopi di Desa Mandala Jaya Arfan mengungkapkan jika harga kopi saat ini mengalami penurunan harga yang signifikan jika dibandingkan dengan harga enam bulan lalu.

Warga RT 02 itu sebut enam bulan lalu harga kopi kering dijual dengan harga Rp 40 ribu perkilogramnya. Namun saat ini harga kopi turun menjadi Rp 23 ribu perkilogramnya.

Baca: Kisah Rio Menduniakan Cita Rasa Kopi Liberika Tanjabbar, Hingga Memberi Skill Penyandang Disabilitas

Dikatakannya tidak tahu pasti apa penyebab turunnya harga kopi ini. Namun saat ditanya dengan para tengkulak turunnya harga kopi saat ini dikarenakan banyaknya pasokan kopi di petani. Kemudian ada beberapa provinsi yang ada saat ini lagi melakukan panen serentak.

"Kopi sekarang murah, sekitar Rp 23 ribu, dulu Rp 40 ribuan lah. Dak tau tuh apa penyebabnya. Kabarnya karena pasokan kopi banyak," ungkapnya.

Baca: Kopimu Ungkap Kepribadianmu, Jadi Kopi Jenis Mana yang Paling Kamu Sukai?

Keluhan warga ini juga diungkapkan Kepala Desa Mandala Jaya, Suhaili, yang mengatakan, akibat murahnya harga kopi saat ini membuat kebanyakan membuat para petani kopi mengeluh.

"Bahkan warga desa tidak lagi bersemangat untuk menanam kembali kopi-kopi milik mereka yang sudah mati," katanya saat ditanya dampak harga kopi yang kian murah.  Menurutnya hal ini mengingat harga upah tanam dan upah panen saat ini tidak lagi sebanding dengan harga jual.

Baca: Festival Kopi Hiasi HUT Kota Sungai Penuh ke-X

Suhaili dan para petani kopi lain berharap kepada pemerintah agar dapat kembali menstabilkan harga kopi yakni diharga 40 ribu rupiah per kilonya.

Penulis: Darwin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved