Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Profil dan Biodata Tokoh Jambi

Mengenal Syaikh Utsman Tungkal, Ulama Besar Jambi yang Berkarya di Makkah

Nama Syaikh Utsman Tungkal telah menggema ke berbagai penjuru dunia sebagai seorang ulama besar. Siapa sebenarnya Syaikh Utsman Tungkal?

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Rara Khushshoh Azzahro
KOLASE: Syaikh Utsman Tungkal dan Masjid Syaikh Utsman Tungkal di Tanjung Jabung Barat 

Nama Syaikh Utsman Tungkal telah menggema ke berbagai penjuru dunia sebagai seorang ulama besar. Siapa sebenarnya Syaikh Utsman Tungkal? Berikut Tribunjambi.com rangkum biografi singkat sosok ulama besar asal Jambi.

Syaikh Utsman Tungkal 02022025
Syaikh Utsman Tungkal

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL – Nama Syaikh Utsman Tungkal tidak asing di kalangan ulama Nusantara. 

Tribun Jambi berkesempatan mewawancarai Hari Susanto, pengurus Masjid Syaikh Usman Tungkal, Minggu (02/02/2025).

Ia menyampaikan bahwa ulama besar asal Merlung, Jambi, ini dikenal karena keilmuannya yang luas, hingga menjadi pengajar di Madrasah Al-Shaulatiyyah, Mekkah, salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di dunia.

Lahir di keluarga yang mencintai ilmu, Syaikh Utsman sejak kecil telah mendapatkan pendidikan agama langsung dari sang ayah, Syaikh Muhammad Sa’id, seorang ulama terkenal di kampung halamannya.

"Beliau kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Islam, Tanjung Pasir, Jambi, hingga berhasil menghafal Al-Qur'an," katanya.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di pondok pesantren, Syaikh Utsman dan keluarganya menunaikan ibadah haji. 

Perjalanan ini menjadi titik awal bagi beliau untuk menetap di Tanah Suci. 

Awalnya, beliau tinggal di Jeddah selama dua tahun, sebelum akhirnya pindah ke Makkah untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Al-Shaulatiyyah.

Di madrasah tersebut, Syaikh Utsman tidak hanya menjadi murid, tetapi juga diangkat sebagai pengajar.

Beliau berguru kepada banyak ulama besar yang mengajarkan berbagai disiplin ilmu keislaman.

Keilmuannya semakin berkembang, hingga akhirnya beliau mulai menulis kitab-kitab yang menjadi referensi bagi mahasiswa di Mesir dan tetap digunakan hingga saat ini.

Tidak hanya aktif sebagai pendidik, Syaikh Utsman juga memiliki murid-murid yang kelak menjadi ulama besar di berbagai belahan dunia.

Kontribusinya terhadap dunia Islam diakui luas, baik oleh ulama Indonesia maupun Timur Tengah.

Hingga akhir hayatnya, Syaikh Utsman tetap mengabdikan diri di Makkah. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved