Masih Proses PIRT, Produk Kopi Batang Asai Masih Dijual Secara Ecer

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sarolangun terus berupaya untuk menggenjot agar produk

Masih Proses PIRT, Produk Kopi Batang Asai Masih Dijual Secara Ecer
TRIBUN JAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Kopi Batang Asai yang izin PIRT-nya belum keluar, sehingga masih dijual secara ecer. 

Laporan Wartawan Tribunjambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sarolangun terus berupaya untuk menggenjot agar produk masyarakatnya bisa dikenal dikalangan luas.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi label pada sebuah produk yaitu perizinan Produksi Industri Rumah Tangga Pangan (PIRT).

PIRT ini akan diberikan kepada pelaku usaha kopi yang sudah menjamur dikalangan masyarakat kecamatan Batang Asai.

Baca: Kisah Rio Menduniakan Cita Rasa Kopi Liberika Tanjabbar, Hingga Memberi Skill Penyandang Disabilitas

"Ada dua desa, yaitu Lubuk Bangkar dan Sekaladi. Ini yang akan dilakukan proses perizinan PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga Pangan) dan labelisasi produk halal," kata Adhim Kabid Perindustrian, Disperindagkop Sarolangun, Rabu (21/11).

Katanya, kita kemarin targetkan  hanya ada dua yaitu Kopi Lubuk Bangkar yang merupakan binaan Baznas Pusat dan Desa Sekaladi yang masih tradisional. Dan setelah kita turun ke lapangan ternyata produk itu belum mendapatkan PIRT  dan belum diberi label halal dari MUI.

Baca: Kopimu Ungkap Kepribadianmu, Jadi Kopi Jenis Mana yang Paling Kamu Sukai?

"Oleh karena itu kemarin kita lakukan pengecekan di lapangan bersama tim Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Dinkes," katanya.

Lanjutnya, dengan belum adanya label PIRT dan halal ini, masyarakat belum bisa memasarkan produknya di pasar modern seperti mini market dan sejenisnya. Namun mereka masih memasarkannya sekitaran Batang Asai dengan cara menjualnya dengan eceran.

Baca: Festival Kopi Hiasi HUT Kota Sungai Penuh ke-X

"Satu mato (satu ons) kopi itu kira kira 4 ribuan dan sudah berbentuk bubuk," katanya.

"Dan Alhamdulilah, kopi sudah banyak dikenal untuk sekitaran Sarolangun," ujarnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved