Kuliner

Kisah Rio Menduniakan Cita Rasa Kopi Liberika Tanjabbar, Hingga Memberi Skill Penyandang Disabilitas

Kopi yang baik akan menemukan penikmatnya. Terinspirasi dari secangkir kopi, yang tak pernah dusta atas nama rasa.

Kisah Rio Menduniakan Cita Rasa Kopi Liberika Tanjabbar, Hingga Memberi Skill Penyandang Disabilitas
TRIBUN JAMBI/DARWIN SIJABAT
Rio saat mengolah kopi Liberika Tanjabbar dengan cita rasanya yang unik. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL – Kopi yang baik akan menemukan penikmatnya. Terinspirasi dari secangkir kopi, yang tak pernah dusta atas nama rasa.

Begitulah sebuah kisah yang dijalani Rio (30). Pemuda kelahiran Solo,16 Juni 1988 ini awal mula hanya sekedar mengetahui bahwa rasa kopi itu pahit namun selalu dirindukan setiap penikmatnya.

Baca: VIDEO: Inilah Legenda Boneka Okiku Jenglot dari Jepang, Rambutnya Bisa Bertambah Panjang

Sehingga untuk membedakan tekstur dan rasa, bahkan bagaimana proses panen, roaster, sampai seduh sedang menari-nari dalam benaknya. Menurutnya tidak ada yang tidak enak. Sebab semua kopi memiliki cita rasa masing–masing dan memiliki ciri-cirinya.

Ya, sebuah brand yang dijajaki untuk dapat menjadi ciri khas tersendiri, bahkan untuk menjadi Kopi asal Kuala Tungkal , Tanjab Barat yang mendunia. Baginya kopi liberika memiliki nilai tersendiri, selain pada kopi pada umumnya konvensional. Dalam artian rasanya sama seperti kopi biasanya.

“Tapi buat saya liberika ini unik karena memiliki cita rasa kopi sayuran. Jadi rasanya bukan hanya sekedar kopi tetapi ada mix rasa sayuran tadi,” ungkapnya.

Awal mula perjalanan cerita dalam cara menikmati kopi dan serasa mencintainya berawal dari keinginannya memberikan oleh-oleh khas Kota Kuala Tungkal, Tanjab Barat atas kunjungan mertua saat berkunjung ke Tungkal, sebagai tempat tinggalnya sejak umur dua tahun.

Baca: VIDEO: Personel Duo Semangka Clara Gopa dan Vanya Kiara Asuransikan Tubuh yang Ini Senilai Rp 1 M

Baca: GALERI FOTO: Trendi Bukan Berarti Cuek dengan Sejarah Bangsa Sendiri

Namun dia terbentur akan benda apa yang akan diberikan kenang-kenangan.

Dia bersama keluarganya tersebut itu berkunjung sejenak ke salah satu kedai kopi di Kualal Tungkal.  Dari kunjungan itu pula terpikir sebuah ide yang terbilang unik untuk menjadikan kopi sebagai oleh-oleh khas Kuala Tungkal.  Sehabis dari kunjungan tamu jauhnya tersebut, Rio memberikan oleh-oleh kopi.

“Kita pikir ini sesuatu yang unik dari sebuah oleh-oleh. Bukan hanya yang sifatnya ada di tempat lain, karena kopi liberika yang terbaik,” ceritanya.

Halaman
12
Penulis: Darwin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved