Kasus Pembangunan Embung

Kasus Pembangunan Embung di Tebo: Jaksa Hadirkan Empat Saksi, Tiga Dikonfrontir

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo pada Dinas Pertanian

Kasus Pembangunan Embung di Tebo: Jaksa Hadirkan Empat Saksi, Tiga Dikonfrontir
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Empat saksi disumpah, dari kanan: Firdaus, Wagio Asmoro, Ngatman, dan Sugiarto 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015 kembali digelar, Senin (24/9/18).

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi masih dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Baca: Pemkot Dinilai Tidak Serius Pindahkan Pedagang

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Dedy Muchti Nugroho itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi. Di antaranya, Firdaus selaku Ketua Pokja yang juga staf seksi perencanaan bidang pengairan di PU Tebo, Wagio Asmoro selaku pengawas pekerjaan, Ngatman selaku Direktur CV Archimedia Consultan, dan Sugiarto selaku Direktur CV Media Teknik Konsultan.

Selain keempat saksi tersebut, jaksa kembali menghadirkan tiga saksi atas permintaan tim penasihat hukum satu di antara terdakwa. Ketiganya adalah Erfin Rifat yang mengaku menyetorkan dana sejumlah Rp 220 juta, serta Amir Faisal dan Fitria selaku perantara antara Wakil Direktur CV Persada Antar Nusa, Fatmawati dan Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, Faisal Utama. Ketiganya dihadirkan untuk kembali saling memberikan kesaksian (konfrontir).

Baca: Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Tanggapan Gubernur Atas Pemandangan Umum Fraksi

Baca: Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik, Pemerintah Kota Jambi Uji Kompetensi Camat dan Lurah

Untuk diketahui, kasus ini menjerat empat terdakwa. Di antaranya, Sarjono sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA), Kembar Nainggolan selaku Kabid Pertanian Tebo sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama selaku Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir selaku pemilik proyek.

Keempatnya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015. Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799%, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).

Perbuatan keempat terdakwa secara primair diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Jaksa Bacakan Tanggapan Eksepsi Kasus Dugaan Korupsi Perumahan PNS Sarolangun

Baca: BREAKING NEWS: Tersangka Kasus Pipanisasi di Tanjab Barat Ditahan Kejati Jambi

Baca: Bekraf Dorong Pembentukan Komunitas di Jambi

Secara subsidair, perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved