Seorang Dokter di Jambi Dimarahi Hakim Gara-gara Beri Keterangan Keliru di Persidangan

dr. Erni Handayani Situmorang sempat memeriksa Anjas dan Gilang di Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi sebelum mayatnya keduanya dibawa ke Jakarta.

Seorang Dokter di Jambi Dimarahi Hakim Gara-gara Beri Keterangan Keliru di Persidangan
Tribunjambi/Jaka HB
dokter Erni Handayani Situmorang bersaksi di Pengadilan Negeri Jambi untuk kasus kematian dua anak di Rumah Kito Resort. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ahli perkara kasus kematian dua anak di Rumah Kito Resort ditegur hakim Pengadilan Negeri Jambi karena menyampaikan keterangan berbelit-belit dan sempat keliru.

Ahli itu adalah dr. Erni Handayani Situmorang. Dokter yang memeriksa Anjas dan Gilang di RSUD Abdul Manap Kota Jambi sebelum mayatnya dibawa ke Jakarta.

Erni menjelaskan dirinya melakukan visum pada tanggal 20 November, melakukan autopsi pada akhir November, mengambil sampel dan meminta bantuan temannya ahli patologi anatomik dan melakukan operasi pada awal Desember.

Monang Sitanggang selaku penasehat hukum terdakwa Rudy yang merupakan asisten chief engineering Rumah Kito Resort, mencecar Erni dengan banyak pertanyaan.

"Anda melakukan visum tanggal dua puluh dan Desember menyimpulkan hasil patologi anatomik dari rekan ahli lain," tanya Monang.

"Benar," kata Erni.

Baca:  Sri Rahayu Dibayar Rp 500 ribu untuk Jadi Istri Palsu, Ternyata Dia Tertipu Janji Palsu

Baca: Rumah Adi Nyaris Roboh Karena Longsor, Kini Tinggal di Tenda Bersama Bayi 7 Bulan

Baca: Dilaporkan Bawahannya ke Polisi Atas Kasus Pemukulan, Begini Tanggapan Wakil Wali Kota Sungai Penuh

Baca: Diduga Kelebihan Muatan, Bus Pita Bunga Terbalik di Bungo, Empat Orang Jadi Korban

Baca: Sipir Lapas Kuala Tungkal Jadi Sindikat Narkoba, Kakanwil Kemenkumham Jambi Merasa Ditampar

"Bagaimana caranya anda melakukan visum tanggal 20 dan semuanya. Sementara dua jenazah ini meninggal 17 November dan tanggal 18 November jenazah sudah dibawa ke Jakarta," tanya Monang.

Erni terdiam. Monang mengatakan selesai menanyakan dan hakim kembali bertanya.

Erni meminta maaf. "Maaf yang mulia saya salah. Tanggalnya," kata Erni.

"Di pengadilan ini kita bicara fakta. Sebab di pengadilan kita mencari keadilan dan dipertanggungjawabkan pada Tuhan Yang Maha Esa. Kita mempertaruhkan nasib orang di sini, anda jangan main-main," kata Arfan Yani selaku ketua majelis hakim dengan suara meninggi.

Setelah kembali melihat berkas yang dipegangnya Erni mengatakan tanggal 20 adalah waktu dimana dirinya menandatangani berkas visum itu. Dia melakukannya pada tanggal 17 November malam.

Sebelumnya diketahui 17 November tahun lalu, dua anak tewas di kolam renang Hotel Rumah Kito. Keduanya yakni Gilang Rizky Putra Novandry (9) dan Anjas Satria Putra Kumara (13) yang datang ke Jambi bersama ibu mereka Reni Widiawati. 

Dua kakak beradik dan ibunya merupakan warga Jakarta yang datang ke Jambi untuk acara reuni.

Rudy yang dilaporkan diketahui bekerja sebagai Asissten Chief Engginering di Hotel Rumah Kito, dan ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakalan pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Baca: 7 Kali Ketua DPRD Kota Jambi Mangkir Rapat Paripurna, Badan Kehormatan Dewan Minta Penjelasan

Baca: BNN Jambi Bongkar Sindikat Narkoba di Lapas Kuala Tungkal, Libatkan Napi, Sipir dan Kurir Sabu

Baca: Bawaslu Batanghari Temukan Banyak Petugas KPPS yang Salah Mengisi Data C1 di TPS

Baca: Jalur Baru Tungkal-Batam Akan Diresmikan, Berikut Jadwal, Harga Tiket Penumpang dan Kendaraan

Baca: Panen Hadiah Simpedes, BRI Cabang Jambi Bagi-bagi Hadiah Puluhan Motor dan Mobil Toyota Sienta

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved