Penambangan Liar Kian Mengkhawatirkan

95 Persen BBM yang Dibeli di SPBU di Merangin Ini Diduga Untuk Aktivitas Penambang Liar

Bahan bakar minyak (BBM) berupa solar untuk alat berat yang digunakan di lokasi tambang emas ilegal di Merangin berasal dari SPBU.

95 Persen BBM yang Dibeli di SPBU di Merangin Ini Diduga Untuk Aktivitas Penambang Liar
tribunjambi/muzakkir
Di SPBU 24.373.29 Sungai Musang Kabupaten Merangin, pelangsir kocar-kacir ketika rombongan dari Polsek Bangko datang ke SPBU, Kamis (13/9/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bahan bakar minyak (BBM) berupa solar untuk alat berat yang digunakan di lokasi tambang emas ilegal di Merangin berasal dari SPBU. Hal ini terindikasi dari banyaknya warga membeli minyak menggunakan jeriken di SPBU. Selain itu ada juga menggunakan tangki modifikasi.

Persoalan ini sudah sering dikeluhkan warga, dan dilaporkan kepada kepolisian. Menindaklanjuti banyaknya laporan warga dan monitoring di lapangan tentang banyaknya pelansir minyak di SPBU, Polsek Kota Bangko turun ke lapangan, Kamis (13/9). Pilihan pertama petugas adalah SPBU 24.373.29 Sungai Misang, yang terletak di dekat Kota Bangko.

Baca: Makin Masif dan Terus Makan Korban, Ini Tanggapan Gubernur dan Kepolisian Soal PETI

Saat petugas datang, pelansir yang posisi awal mengantre langsung berhamburan. Bahkan banyak juga pengendara motor yang membawa jeriken mengurungkan niat mengantre, mereka memilih putar arah.

Di SPBU ini, petugas tidak mendapatkan adanya pelansir minyak bersubsidi. Mereka temukan pelansir minyak nonsubsidi seperti pertamax, pertalite, dan dexlite.

Antrean minyak di SPBU 24-373-29 Sungai Misang atau SPBU sebelum Kota Bangko dari arah Sarolangun memang luar biasa.

Hari-hari pengendara yang akan membeli minyak di SPBU itu menunggu hingga berjam-jam. Kebanyakan, pengantre minyak tersebut adalah pelansir minyak menggunakan jeriken, baik dengan sepeda motor maupun mobil.

Pengawas SPBU setempat, Reby, mengatakan pengantre di sini terbagi dalam beberapa kategori, di antaranya masyarakat umum dan pengantre yang menggunakan jeriken. "Tapi kita utamakan yang umum dulu, yang ngelansir belakangan," kata Reby.

Baca: Tambang Emas Ilegal di Merangin Kian Merajalela, Pelaku Mulai Gunakan Alat Berat

Baca: Penambangan Emas Liar Kian Mengkhawatirkan, Alur Sungai Dibombardir Hingga Area Taman Nasional 

Informasi yang dihimpun, minyak yang dibawa pelangsir tersebut akan dibawa ke beberapa daerah yang jauh dari Kota Bangko. Minyak tersebut akan disuplai untuk penambang emas tanpa izin seperti di daerah Sungai Manau, Renah Pembarap, dan beberapa daerah lainnya. Hal itu juga dibenarkan oleh Reby.

"Kabarnya 95 persen untuk PETI. Kami tidak bisa membatasi sebab yang mereka beli minyak non subsidi," kata Reby.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Bangko IPTU Echo Sitorus belum mendapatkan informasi terkait hal itu. Jika memang terbukti, maka mereka akan melakukan penindakan.

Baca: Triton Gathering 2018, Apresiasi dan Silaturahmi Jadi Satu

Baca: Bank Indonesia Kampanyekan GPN di Jambi

Baca: GALERI FOTO: Ingin Membuat Aquascape Sendiri? Ini Harga Komponen-komponen yang Disediakan

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help