Penambangan Liar Kian Mengkhawatirkan

Makin Masif dan Terus Makan Korban, Ini Tanggapan Gubernur dan Kepolisian Soal PETI

Penambangan liar emas di Jambi kian mengkhawatirkan, Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar saat dikonfirmasi di Desa Lubuk Bangkar

Makin Masif dan Terus Makan Korban, Ini Tanggapan Gubernur dan Kepolisian Soal PETI
Air memenuhi lubang jarum PETI di Kabupaten Merangin. Tujuh penambang terjebak di dalamnya. (Tribun Jambi) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penambangan liar emas di Jambi kian mengkhawatirkan, Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar saat dikonfirmasi di Desa Lubuk Bangkar dalam acara peresmian PLTMH, tak banyak berkomentar.  Fachrori hanya mengatakan pihaknya sedang mengusahakan jalan terbaik, agar persoalan PETI ini bisa segera tuntas.

Aktivitas PETI di Merangin sendiri sudah cukup banyak memakan korban. Pada September ini saja, sudah sembilan orang meregang nyawa akibat aktivitas tambang liar itu, terdiri dari tujuh orang di PETI lubang jarum, dan dua orang di PETI galian excavator.

Baca: Air Sungai Batang Ngaol Sudah Keruh, Warga Hanya Bisa Diam. Ini Kekhawatiran Mereka

Kepolisian pun seperti kesulitan untuk mengungkap kasus tewasnya sejumlah warga di lokasi PETI. Padahal pengungkapan kasus ini akan menjadi jalan baru untuk pemberantasan PETI di Jambi. Atas peristiwa meninggalnya pekerja di lokasi PETI lobang jarum misalnya, hingga kini tidak satupun pekerja atau pemodal menjalani proses hukum.

Kapolsek Sungai Manau Iptu Nixon Bakara mengatakan pihaknya kesulitan untuk mencari siapa pemodal, sebab pekerja yang dimintai keterangan sangat tertutup. "Pekerja tidak terbuka. Sudah kita bilang, jangan takut, pekerja itu korban," kata Nixon.

Sementara itu, Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya mengatakan untuk penindakan PETI tidak serta-merta bertumpu kepada pihak kepolisian. Dia bilang dalam memberantas PETI ini harus didukung stakeholder terkait, diantaranya Pemkab, pemerintah kecamatan, dan desa. "Harus sama-sama," kata Kapolres.

Menurut dia, upaya pemberantasan PETI selama ini telah mereka lakukan, baik dari pihak polsek maupun tim dari polres. Dalam upaya penindakan mereka kesulitan menembus akses menuju lokasi, sebab PETI rerata jauh dari perkampungan warga. Butuh sarana transportasi air ke lokasi.

Baca: Tambang Emas Ilegal di Merangin Kian Merajalela, Pelaku Mulai Gunakan Alat Berat

Baca: Triton Gathering 2018, Apresiasi dan Silaturahmi Jadi Satu

Warga setempat juga tidak koorperatif soal PETI ini. Akibatnya, saat petugas datang dan hendak ke lokasi, warga lebih dulu menginformasikan kepada penambang jika ada petugas datang. "Jadi ketika petugas sampai ke lokasi, penambang sudah meninggalkan lokasi tersebut," ungkapnya.

Ditanya mengenai penangan pelaku PETI, Kapolres menyebut pihaknya telah bertindak tegas, saat ini sudah banyak pelaku PETI yang diproses hukum. Namun untuk pelaku peti lobang jarum belum ada pelaku. "Untuk lobang jarum belum ada, masih dilakukan penyelidikan," pungkasnya.

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved