Penambangan Liar Kian Mengkhawatirkan

Tambang Emas Ilegal di Merangin Kian Merajalela, Pelaku Mulai Gunakan Alat Berat

Sejumlah sungai di Provinsi Jambi saat ini sedang berada dalam ancaman yang serius. Aksi penambangan emas liar sudah

Tambang Emas Ilegal di Merangin Kian Merajalela, Pelaku Mulai Gunakan Alat Berat
TRIBUN JAMBI/SUANG SITANGGANG
Dua sungai dengan kejernihan air yang berbeda 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejumlah sungai di Provinsi Jambi saat ini sedang berada dalam ancaman yang serius. Aksi penambangan emas liar sudah sangat mengkhawatirkan. Penambang mengeruk aliran sungai dan badan sungai secara membabibuta, demi secuil emas, untuk kekayaan pribadi.

Pantauan Tribun di Sungai Batang Tabir, Kabupaten Merangin, pada aliran dari Desa Air Liki hingga ke Desa Ngaol, terdapat lebih lima titik penambangan emas.

Baca: Penambangan Emas Liar Kian Mengkhawatirkan, Alur Sungai Dibombardir Hingga Area Taman Nasional 

Kepala Desa Air Liki, Pulpi Marlinton, mengaku tak mengenal pelaku penambangan emas yang menggunakan alat berat itu. Dia memastikan pelakunya bukan warga desanya. “Itu bukan warga kami. Kalau warga di sini tidak ada yang kerjanya begitu. Wilayah tambang itu juga bukan lagi di desa kami, tapi sudah masuk taman nasional,” ungkap Pulpi, pekan lalu.

Dia menyebut penambangan emas secara liar menggunakan alat berat di arah hulu Batang Tabir itu baru terjadi baru-baru ini.

“Dalam tahun ini mulai ada penggunaan alat berat di alur sungai ini,” terangnya. Pihaknya menyesalkan aksi penambangan emas menggunakan alat berat itu.

Kondisi yang sama juga terpantau di Sungai Batang Ngaol, Kecamatan Tabir Barat. Di lokasi yang tak jauh dari pemukiman, satu unit alat berat bekerja di dalam aliran sungai. Air sungai itu pun menjadi sangat keruh, berwarna coklat tua.

Kondisinya berbeda 180 derajat dengan kondisi air di atas lokasi tambang liar itu, airnya terlihat sangat jernih. Air dari Batang Ngaol ini juga digunakan untuk sumber pembangkit listrik tenaga mikro hidrop (PLTMH) di Desa Ngaol. PLTMH di sana memasok listrik ke ratusan rumah.

Baca: Triton Gathering 2018, Apresiasi dan Silaturahmi Jadi Satu

Baca: Didukung Pemprov, Pengguna Kartu ATM/Debet Diimbau Beralih ke GPN. Ini Manfaatnya

Sekretaris Desa Ngaol, Zamri, saat dikonfirmasi Tribun pekan lalu, membenarkan alat berat yang beraktivitas di Sungai Batang Ngaol itu adalah untuk mencari emas, atau penambangan emas tanpa izin (PETI). Namun dia enggan mengungkapkan secara detail aktivitas PETI di desa itu.

Dia mengatakan sebagian yang bekerja di PETI yang di Sungai Batang Ngaol adalah warga dari desanya. “Kita mau melarangnya bagaimana? Ini menyangkut periuk nasi mereka. Memang dari situ sumber hidup mereka,” ucapnya. Dia bilang PETI di arah hulu sungai baru ada baru-baru ini.

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help