Penambangan Liar Kian Mengkhawatirkan

Penambangan Emas Liar Kian Mengkhawatirkan, Alur Sungai Dibombardir Hingga Area Taman Nasional 

Sejumlah sungai di Provinsi Jambi saat ini sedang berada dalam ancaman yang serius. Aksi penambangan emas liar sudah

Penambangan Emas Liar Kian Mengkhawatirkan, Alur Sungai Dibombardir Hingga Area Taman Nasional 
TRIBUN JAMBI/SUANG SITANGGANG
Perbedaan warna air sungai Batang Tabir, Kabupaten Merangin 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejumlah sungai di Provinsi Jambi saat ini sedang berada dalam ancaman yang serius. Aksi penambangan emas liar sudah sangat mengkhawatirkan. Penambang mengeruk aliran sungai dan badan sungai secara membabibuta, demi secuil emas, untuk kekayaan pribadi.

Pantauan Tribunjambi.com di Sungai Batang Tabir, Kabupaten Merangin, pada aliran dari Desa Air Liki hingga ke Desa Ngaol, terdapat lebih lima titik penambangan emas. Para penambang beroperasi di pinggir sungai. Mereka menggunakan alat berat untuk menggerus emas dari perut bumi ini.

Baca: Triton Gathering 2018, Apresiasi dan Silaturahmi Jadi Satu

Alat berat yang digunakan jenis excavator. Alat ini mengeruk material dari dalam tanah. Material itu selanjutnya dicampur dengan bahan kimia berbahaya, yakni merkuri. Zat yang berbahaya bagi kesehatan dan ekosistem ini mampu mengikat emas, sehingga emas terpisah dari material lain.

Proses pemisahan itu dilakukan di pinggir sungai. Sisa merkuri itu akhirnya masuk ke air aliran sungai, dan diyakini akan merusak ekosistem di sana. Namun hal ini tentu saja tak terlihat kasat mata. Dampak langsung yang terlihat adalah kekeruhan aliran sungai di sekitar area tambang liar.

Para penambang itu terlihat tidak terlalu peduli dengan orang yang lalu lalang di sungai. Mereka terus melakukan aktivitasnya, menggerakkan alat beratnya, bahkan hingga ke kaki TNKS.

Kepala Desa Air Liki, Pulpi Marlinton, mengaku tak mengenal pelaku penambangan emas yang menggunakan alat berat itu. Dia memastikan pelakunya bukan warga desanya. “Itu bukan warga kami. Kalau warga di sini tidak ada yang kerjanya begitu. Wilayah tambang itu juga bukan lagi di desa kami, tapi sudah masuk taman nasional,” ungkap Pulpi, pekan lalu.

Baca: Didukung Pemprov, Pengguna Kartu ATM/Debet Diimbau Beralih ke GPN. Ini Manfaatnya

Baca: GALERI FOTO: Ingin Membuat Aquascape Sendiri? Ini Harga Komponen-komponen yang Disediakan

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help