Suku Anak Dalam Tewas di Tebo

2 Pelaku Pengeroyokan Warga SAD di Tebo Main Hakim Sendiri, Polisi: Tak Ada Perintah Perusahaan

Seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) berinisial PJ (27) tewas akibat dikeroyok sejumlah karyawan perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Tebo, Jambi. Satu

|
Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUN JAMBI/RIFANI HALIM
TERSANGKA PENGEROYOKAN warga Suku Anak Dalam di Desa Betung Bedarah Barat, Kecamatan Tabir, Kabupaten Tebo, yaitu NK (60) dan HD (43) ditahan Polda Jambi, Jumat (2/5/2025). Satu orang SAD meninggal. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) berinisial PJ (27) tewas akibat dikeroyok sejumlah karyawan perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Tebo, Jambi.

Satu orang lainnya turut mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Peristiwa tragis ini diduga bermula dari tuduhan pencurian yang diarahkan kepada korban.

Aksi pengeroyokan disebut terjadi secara spontan oleh para pekerja tanpa instruksi dari pihak perusahaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Manang Soebeti, menegaskan bahwa tidak ada perintah resmi dari perusahaan kepada para pelaku.

“Aksi kekerasan ini murni karena karyawan menduga korban mencuri. Tapi apapun alasannya, pengeroyokan adalah tindak pidana. Terlebih lagi, korban sampai kehilangan nyawa,” tegas Manang, Jumat (2/5/2025).

Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil menangkap dua pelaku utama, masing-masing berinisial NK (60) dan HD (43), yang merupakan warga sekitar perusahaan sawit PT PHK Makin Grup, Desa Betung Bedarah, Kecamatan Tebo Ilir.

Meski demikian, pihak kepolisian masih memburu pelaku lainnya yang diduga turut terlibat.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para tersangka, jumlah pelaku bisa mencapai lima hingga sepuluh orang.

“Kami imbau agar mereka yang terlibat segera menyerahkan diri ke Polres Tebo,” ujar Manang.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat tim pengamanan perusahaan tengah melakukan patroli rutin di kawasan kebun sawit.

Mereka menyisir lokasi untuk mengantisipasi aksi pencurian.

“Saat itu korban hanya duduk-duduk dan belum terbukti melakukan pencurian.

Namun terjadi interogasi yang berujung pada aksi pengeroyokan,” tambahnya.

Baca juga: Pemkot Jambi Luncurkan Program Sekolah Digital Bahagia, Awali Uji Coba di SMP

Baca juga: Terungkap Cara Sekuriti Perusahaan Keroyok SAD hingga Tewas di RSUD Tebo, Pegang Pukul Pakai Kayu

Baca juga: 2 Pelaku Penganiayaan Warga SAD hingga Tewas di Tebo Ditangkap Polisi, Pelaku Lain Diburu

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved