'Candi Hitam' di Kawasan Percandian Muaro Jambi Belum Tersentuh

Dia melakukan aksi menelusuri sungai terpanjang di Pulau Sumatra itu, untuk mengecek keberadaan stockpile batu bara alias "candi hitam" di sepanjang

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI
Tribun Jambi edisi 10 Juni 2024 

"Kita tahu pemerintah provinsi dan kabupaten punya keterbatasan anggaran. Situs ini bukan milik Jambi saja, tapi sudah milik dunia," katanya.

Ketua DPW PAN Provinsi Jambi itu juga berharap Kementerian PUPR menggelontorkan anggaran untuk membangun infrastruktur di situs terluas se-Asia itu.

"Sebanyak mungkin masuk ke sini. Hari ini kita lihat Kemendikbudristek sudah menggelontorkan anggaran ratusan miliar, saya juga berharap Kementrian PUPR juga mempunyai anggaran untuk wisata nasional. Begitu juga dengan Kemenetrian Perhubungan saya juga berharap Kemenhub membawa programnya ke sini,” ucapnya.

Sebagai wakil rakyat yang duduk di Senayan, dia akan terus mengawal anggaran di DPR RI agar KCBN Muara Jambi bisa dikenal oleh dunia. "Atas dukungan Gubernur Jambi dan Kemendikbudristek, mudah-mudahan bisa maksimalkan," pungkasnya. (sud/wir)

Seputar Percandian

+ Kompleks percandian agama Buddha terluas di Asia Tenggara

+ Pusat pendidikan agama Buddha di masa lalu

+ 3.981 hektare

+ Lokasi Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi

+ Di Desa Muara Jambi, Desa Danau Lamo, Desa Dusun Baru, Desa Kemingking Luar, Desa Kemingking Dalam, Desa Dusun Mudo, Desa Teluk Jambu, dan Desa Tebat Patah

+ Dicalonkan ke UNESCO jadi Warisan Dunia

Baca juga: Konsep Kota Kanal Percandian Muaro Jambi Bakal Jadi Saingan Venesia Italia, Ada Candi Hitam

Baca juga: Kisah Jokowi Setelah 41 Tahun Ekspedisi Gunung Kerinci 1983, tak Sempat ke Sekepal Tanah dari Surga

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved