Ribuan Pekerja Kena PHK

Korban PHK di Jambi Banyak Dari Industri Crumb Rubber, Korwil KSBSI Sebut Ini Penyebabnya

Roida Pane juga mengakui semua perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan karet di daerah ini memang melakukan efesiensi karyawan

Editor: Rahimin
Tribunjambi/Rohmayana
KSBSI) Provinsi Jambi, Roida Pane. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Provinsi Jambi, Roida Pane mengakui perusahaan yang terbilang banyak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawannya yaitu disektor industri Crumb Rubber.

“Iya, yang banyak itu disektor industri Crumb Rubber. Seperti PT Angkasa Raya itu kan tutup tahun lalu, tadinya karyawan di sana hampir 300 orang, sekarang setop total,” katanya dikonfirmasi Tribunjambi.com, Minggu (22/10/2023).

Roida Pane juga mengakui semua perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan karet di daerah ini memang melakukan efesiensi karyawan.

“Itu semua anggota kita, karena memang Bayernya tidak lagi ada kontrak dengan perusahaan di sini oleh karenanya banyak kebun-kebun karet seperti di Vietnam lebih ke Bayer. Persoalannya di Indonesia terlalu banyak aturan hukum,” ujarnya.

Dia mengatakan, angka PHK yang tinggi ditambah lagi pencari kerja yang baru lulus sekolah dan perguruan tinggi maka membuat pencari kerja/tenaga kerja membludak tak sebanding dengan lapangan kerja yang sedikit. Nantinya yang terdampak adalah buruh.

“Kebijakan kan pemerintah yang buat, salah satu kebijakan yang kita tolak adalah cipta kerja, supaya tidak ada lagi korban PHK ini,” pungkasnya.

Menurut data yang diperoleh Tribunjambi.com dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi, selama 2022 ada 1.106 pekerja ter-PHK dan 305 pekerja selama 2023 di PHK oleh perusahaan.

Korban PHK ini dari tenaga kerja sektor perdagangan, jasa dan investasi, pertambangan serta pertanian/perkebunan.

Kepala Bidang Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Disnakertrans Provinsi, Dodi Haryanto Parmin bilang, pihaknya memperoleh data kasus perselisihan hubungan industrial hingga di PHK dari masing-masing kabupaten kota dalam Provinsi Jambi.

“Pekerja di PHK tahun ini sampai Oktober mengalami penurunan dibanding 2022 lalu yang jumlahnya 1.106 pekerja. Tahun ini hingga Oktober baru 305 pekerja yang menjadi korban PHK dari perusahaan,” katanya pada Kamis (19/10/2023) dikonfirmasi Tribunjambi.com.

Dodi mengungkapkan, paling banyak korban PHK terjadi disektor pertanian dan perkebunan. 

Hal itu disebabkan pengolahan karet yang kekurangan bahan baku serta mekanisme ekspor karet yang mengalami hambatan sehingga mengakibatkan perusahaan mengambil kebijakan untuk mengurangi karyawan.

Bahkan, kata Dodi ada, dua perusahaan pengolahan karet di Jambi yang tutup selain mengorbankan para pekerja.

“Daerah yang paling banyak itu di Kabupaten Tebo pada 2022 lalu mem-PHK 652 tenaga kerja dan Kabupaten Muaro Jambi pada 2023 ini mem-PHK 142 tenaga kerja,” ujarnya.

Sementara itu, untuk Kota Jambi yang punya banyak perusahaan dalam tahun ini tergolong masih sedikit yaitu 72 orang pekerja yang di PHK.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved