WAWANCARA EKSKLUSIF
WANSIF Berangkat dari Dusun untuk Bangun Daerah, Akmaludin Anggota DPRD Provinsi Jambi
Akmaludin merupakan Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dia berasal dari sebuah desa di Provinsi Jambi
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Stigma politik itu mahal, harus dibingkai dengan uang, luntur di tangan Akmaludin.
Anggota DPRD Provinsi Jambi yang masih muda ini memaparkan bagaimana membangun jejaring dan kepercayaan kepada rakyat.
Akmaludin merupakan Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dia berasal dari sebuah desa di Provinsi Jambi.
Berangkat dari pengalamannya berorganisasi dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kemudian organisasi di kampus, Akmaludin akhirnya memastikan langkahnya masuk dunia politik. Perjalanan itu pun berhasil berkat dorongan sosok politikus di partainya.
Berikut petikan wawancara Tribun Jambi dengan Akmaludin, Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi PDI Perjuangan.
Kapan pertama kali terjun ke politik dan bergabung dengan PDI Perjuangan ?
Jadi masuk ke partai politik itu mulai 2015. Tahun 2015 masuk ke PDI Perjuangan, langsung menjadi Wakil Sekretaris Bidang Internal DPD PDI Perjuangan. Tentu yang mengajak saya untuk masuk ke PDI perjuangan itu senior saya, ada Mas Edi Purwanto yang hari ini beliau adalah ketua DPD sekaligus Ketua DPRD Provinsi Jambi.
Artinya Pemilu 2019 lalu maju menjadi caleg untuk pertama kali dan langsung berhasil?
Tahun 2018 kita mulai bismillah maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Batanghari-Muarojambi. Alhamdulillah pencalegan pertama langsung duduk.
Apa yang membuat tertarik untuk terjun ke dunia politik ini?
Jadi gini, karena kan memang dulu ketika sekolah, kemudian sampai kuliah kita aktif di organisasi mulai dari OSIS. Kemudian sampai di organisasi intra kampus maupun ekstra kampus. Nah, kemudian ketika itu Mas Edi ngajak untuk masuk ke PDI Perjuangan, tentu menjadi tantangan baru.
Ketika kita masuk ke partai, maka tujuan akhirnya hanya satu, merebut kekuasaan secara konstitusional baik itu eksekutif maupun legislatif. Karena kalau tidak masuk ke ranah itu dan tidak mempunyai tujuan itu maka sulit.
Kenapa harus merebut kekuasaan itu secara konstitusional, untuk membantu masyarakat itu kan harus melalui kebijakan kebijakan politik, hampir semua kehidupan di negara kita itu diatur, dari lembaga politik, undang-undang kan dibentuk oleh DPR.
Sama dengan DPRD provinsi, kita juga membentuk peraturan daerah. Tentu peraturan inilah yang harus dikawal supaya sesuai dengan situasi dan kondisi dan sesuai juga dengan Pancasila.
Anda kan masuk ke PDI Perjuangan baru tahun 2015, sebelum itu apa kegiatannya?
Saksi Kata, Anggota HMI Dikeroyok di UIN STS Jambi hingga Kepala Bocor |
![]() |
---|
Saksi Kata: Sesepuh Kenali Asam Atas Kota Jambi Siap Mati, Heran Zona Merah Pertamina |
![]() |
---|
SAKSI KATA Pasien Somasi RSUD Kota Jambi, Pengacara: Anak 4 Tahun Meninggal |
![]() |
---|
Juliana Wanita SAD Jambi Pertama yang Kuliah, Menyalakan Harapan dari Dalam Rimba |
![]() |
---|
SAKSI KATA: Pengakuan Rosdewi Ojol Jambi yang Akunnya Di-suspend karena Ribut vs Pelanggan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.