Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Autopsi Ulang Brigadir Yosua Hutabarat, Dokter Erni: Jarak Tembak Akan Ketahuan

usia brigadir yosua 27 tahun. Brigadir Yosua Hutabarat ditembak dari jarak berapa meter, akan ketahuan dari hasil autopsi ulang atau ekshumasi

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI/HO
Dokter Erni, dokter forensik di RS Bhayangkara Jambi 

Dua hari menjelang autopsi ulang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, ada dua area yang dilakukan yakni pemakaman dan RSUD Sungai Bahar.

Di area pemakaman saat ini sudah mulai diperketat, garis polisi sudah dipasang sejak dua hari lalu.

Tepat di atas makam Brigadir Yosua juga telah dipasang tenda mengantisipasi terjadinya hujan saat proses penggalian.

Baca juga: Kasus Tewasnya Brigadir Yosua Bisa Terungkap Jika Kapolri Punya Political Will

Baca juga: Ancaman Pembunuhan Terhadap Brigadir Yosua, Begini Tanggapan Polri

Kemudian juga didirikan tenda yang melakukan penjagaan, karena penjagaan dilakukan selama 24 jam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu juga dipasang tanda larangan masuk bagi warga yang tidak berkepentingan di gerbang masuk pemakaman, agar areanya lebih steril.

"Sudah ada larangan di depan untuk yang tidak berkepentingan dibatasi," kata Koordinator penjaga di pemakaman Brigadir Yosua, Senin (25/7/2022).

Selain dari anggota Pemuda Batak Bersatu dan anggota keluarga penjagaan di lokasi pemakaman juga dilakukan oleh beberapa anggota Polsek Sungai Bahar.

Harapan Keluarga Brigadir J

Keluarga Brigadir J atau Yosua Hutabarat mengharapkan prosesi pemakaman usai autopsi ulang ini akan dilakukan secara kedinasan.

Hal ini diungkapkan tante Brigadir Yosua, Rohani Simanjuntak.

"Kita minta kalau bisa dilakukan secara militer (dinas kepolisian), karena ini kan bentuk penghormatan kepada Yosua," ungkapnya, Senin (25/7/2022).

Baca juga: TANGISAN Ibunda Brigadir Yosua Hutabarat: Bangkit Rohmu Biar Terungkap Semua Anakku

Baca juga: Ini Motif Penembakan Brigadir Yosua Hutabarat Versi Mabes Polri, Terkait Istri Kadiv Propam

Ia katakan pengacara keluarga pernah menyampaikan akan dilaksanakan secara militer.

Namun kepastian pelaksanaan tersebut sampai sekarang keluarga belum mendapat kejelasan.

Sementara itu, pada pemakaman pertama keluarga menyayangkan karena tidak dilakukan secara militer.

Padahal pihak keluarga telah meminta.

Sehingga dengan diadakan pemakaman ulang setelah autopsi ini menjadi harapan agar proses pemakamannya dilakukan secara militer. 

Baca juga: BAIK dan PENYAYANG, Vera Simanjuntak Ungkap Sifat Asli Brigadir Yosua Hutabarat

Baca juga: Vera Simanjuntak Akui Brigadir Yosua Sempat Curhat Sedang Ada Masalah

(Tribunjambi.com/Danang/Wira Dani Damanik)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved