Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Kasus Tewasnya Brigadir Yosua Bisa Terungkap Jika Kapolri Punya Political Will

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas tewasnya Brigadir Yosua.

Editor: Rahimin
Tribunjambi/Danang
Kapolda Jambi Irjen Pol Rachmad A Wibowo bertemu keluarga Brigadir Yosua di Sungai Bahar, Muaro Jambi, Minggu (24/7/2022). Selain itu untuk mengecek lokasi autopsi Brigadir Yosua. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pengusutan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua masih terus bergulir.

Keluarga lewat kuasa hukum sudah melaporkan dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua ke Mabes Polri.

Bahkan, untuk mengungkap kasus tersebut, autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir Yosua akan dilakukan pada Rabu (27/7/2022). 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas tewasnya Brigadir Yosua.

Seperti diketahui, Brigadir Yosua tewas ditembak Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022) lalu.

Kasus tewasnya Brigadir Yosua ini mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk Presiden Joko Widodo.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto, kasus kematian Brigadir Yosua bisa terungkap jika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memiliki political will.

"Jika political will Kapolri diimplementasikan dalam action will yang serius, transparan dan akuntabel, saya yakin semua motif, modus dan konstruksi kasusnya akan bisa terungkap," katanya, Senin (25/7/2022).

Didik Mukrianto bilang, spekulasi perihal kematian Brigadir Yosua ini terus berkembang setiap hari.

Dikatakan Didik Mukrianto, hal tersebut tentu menjadi pertanyaan publik sepanjang proses pengungkapan kasus tidak transparan dan akuntabel.

"Semakin hari semakin banyak spekulasi dan dugaan yang berkembang seputar kematian Brigadir J. Hal ini akan terus menjadi tanda tanya dan spekulasi publik, sepanjang pengungkapan kasus ini belum dirasakan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan publiknya," ujarnya.

Apalagi, kata Didik Mukrianto, dalam kasus ini penyidik menggunakan pendekatan scientific criminal investigation

"Metode pendekatan penyidikan ini mengedepankan berbagai disiplin ilmu pengetahuan guna mengungkap suatu kasus," ujarnya lagi.

Menurut Didik Mukrianto, proses pembuktian secara ilmiah atau scientific investigation tersebut, peran ilmu pengetahuan sangat besar dalam membantu pengungkapan dan proses penyidikan tindak pidana.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved