Resep Praktis

Resep Sambal Pecel Lele, Goreng Semua Bahan Pakai Minyak Jelantah

Resep sambal pecel lele. Selama ini kebanyakan orang menggunakan bawang merah yang lebih banyak ketimbang bawang putih saat bikin sambal.

Editor: Nurlailis
Tangkapan layar youtube
Resep Sambal Pecel Lele 

TRIBUNJAMBI.COM - Sambal menjadi sajian penting dalam pecel lele.

Nasi uduk dan lele goreng saja kurang lengkap tanpa kehadiran sambal yang nikmat.

Sayangnya tidak semua orang berhasil dalam membuat sambal lezat dan bikin nagih.

Berikut ini resep sambal pecel lele dengan tips-tips yang bisa dicoba.

1. Bawang Putih Lebih Banyak

Selama ini kebanyakan orang menggunakan bawang merah yang lebih banyak ketimbang bawang putih saat bikin sambal.

Nah kalau mau mirip pecel lele, bawang putihnya harus lebih banyak, lo.

Cobain deh sekali-kali bikin di rumah sambal terasi dengan bawang putih lebih banyak dari bawang merahnya.

Rasanya jadi lebih gurih dan aromanya juga lebih sedap.

Inilah yang bikin sambal terasi ala pecel lele jadi sangat khas.

2. Tomat Juga Banyak

Tekstur sambal terasi ala pecel lele memang lebih encer, coba perhatikan, deh.

Tekstur ini didapat dari penggunaan tomat yang cukup banyak.

Hasilnya, rasa sambal jadi tidak terlalu pedas tapi teksturnya encer dan enak.

Baca juga: Resep Ayam Suwir Pedas Khas Bali, Panggang Ayam Sebelum Disuwir

3. Pakai Terasi Murah

Tak bisa dipungkiri, aroma terasi dari sambal terasi ala pecel lele sangatlah khas.

Terasi yang digunakan ternyata berpengaruh besar pada rasa sambal terasi ala pecel lele, lo.

Biasanya pedagang menggunakan terasi murah yang kualitasnya rendah.

Hasilnya, aroma terasi lebih kuat dan bahkan aromanya sulit hilang dari tangan setelah kita selesai makan.

Kalau di rumah pakai terasi berkualitas baik, rasanya sudah pasti beda banget.

Itu sebabnya kita tak bisa membuat sambal yang menyamakan sambal terasi ala pecel lele ini.

4. Goreng Semua Bahan Pakai Minyak Jelantah

Nah, yang sulit juga kita ikuti di rumah adalah bahan-bahan sambal pecel lele digoreng dalam minyak jelantah bekas menggoreng lele.

Minyak ini biasanya sudah berwarna hitam karena digunakan menggoreng lele berulang kali.

Hasilnya, minyak ini juga memberikan rasa dan aroma pada bahan-bahan sambal sehingga rasanya jadi lebih enak.

Tapi kalau di rumah, kita pasti takut menggunakan minyak jelantah kan?

Soalnya, minyak jelantah memang berbahaya bagi kesehatan.

Belum lagi, hampir tak mungkin juga ibu di rumah bisa menghasilkan minyak jelantah sehitam dan sepekat pedagang pecel lele.

Nah, hal inilah yang membuat kita kesulitan membuat sambal seperti buatan pedagang pecel lele di rumah.

Baca juga: Resep Ayam Suwir Pedas Khas Bali, Panggang Ayam Sebelum Disuwir

Manfaat Bikin Sambal Pakai Tangkai Cabai Rawit

Siapa yang pernah menemukan tangaki cabai saat makan sambal di pecel lele?

Sebagain orang langsung bergidik ngeri karena merasa hal ini adalah hal yang jorok.

Solanya di rumah-rumah, cabai selalu disiangi dari tangkainya sebelum diolah.

Padahal, hal ini ternyata ada tujuannya, lo.

Lalu pertanyaannya, amankah mengonsumsi tangkai cabai?

Atau, lebih baik makan cabai pakai tangkai atau tidak?

Melansir Buku Sambal: Sambal Colek & Saus Cocol (2004) oleh Yasa Boga, rasa pedas cabai yang menggigit sebenarnya bersumber pada kandungan minyak yang terdapat pada tangkai dan biji buah yang berwarna putih.

Tanpa tangkai dan biji, rasa pedas cabai akan jauh berkurang.

Kadar pedasnya cabai juga dipengaruhi oleh kondisi iklim di mana tanamantersebut dibudayakan.

Semakin panas iklimnya, maka kian pedas cabainya meski daging buah cabai yang ranum mengandung rasa manis.

Jadi, apabila ada pertanyaan soal lebih baik mana makan cabai pakai tangkainya atau tidak, jawabannya adalah tergantung dengan kebutuhan.

Jika Anda ingin mengerem nafsu makan dan tidak ingin makan terlalu pedas, maka lebih baik tidak mengonsumsi cabai bersama tangkai dan bijinya yang mengandung zat capsaicin.

Namun, jika Anda membutuhkan tambahan serat, vitamin C, dan ingin mendapat khasiat terkait sistem pencernaan, maka alangkah baiknya mengonsumsi cabai dengan tangkai dan bijinya.

Yasa Boga mengungkap, membuang tangkai dan biji yang terdapat dalam cabai, sama dengan membuang separuh dari nilai serat keseluruhan buah.

Selain itu, tangkai dan biji cabai mengandung zat capsaicin yang dapat merangsang keluarnya air liur, sehingga sangat membantu proses pencernaan makanan.

Baca juga: Resep Donat Empuk dan Lembut, Masukkan Telur dan Campuran Susu Ragi Secara Bergantian

Sumber: Sajian Sedap

Berita lain terkait Resep Praktis

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved