Berita Kota Jambi

Tahun 2020 Produksi Beras Provinsi Jambi Meningkat, Naik Sebanyak 44.014 Ton

Luas Panen dan Produksi Padi di Provinsi Jambi 2020 sebesar 84.773 hektar dengan produksi sebesar 386.413 ton GKG.

Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Andreas Eko Prasetyo
Tribunjambi.com/Darwin Sijabat
Ilustrasi beras 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Luas Panen dan Produksi Padi di Provinsi Jambi 2020 sebesar 84.773 hektar dengan produksi sebesar 386.413 ton GKG.

Jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras pada 2020 mencapai 222.379 ton, hal itu mengalami kenaikan sebanyak 44.014 ton atau 24,68 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 178.364 ton.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Wahyudin mengatakan, Luas panen padi pada 2020 sebesar 84.773 hektar, mengalami peningkatan sebanyak 15.237 hektar atau 21,91 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 69.536 hektar.

Baca juga: Antisipasi Kerawanan Pangan Pascabencana, Dinas Ketahanan Pangan Sungaipenuh Ajukan Ranperda Ini 

Baca juga: Viral Pengakuan Diduga Karyawan Ruangguru yang hanya Digaji Rp 1 Juta per Bulan Bikin Heboh Twitter

Baca juga: 14 Kelurahan di Batanghari Bakal Menerima Rp330 Juta Untuk Pemberdayaan dan Infrastruktur

“Pada 2020, puncak panen terjadi pada bulan Juli, yaitu mencapai 10.840 hektar. Sementara puncak panen pada 2019 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 9.730 hektar,” ujarnya, pada awal Maret lalu.

Lanjutnya, untuk produksi padi pada 2020 sebesar 386.413 ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 76.481 ton atau 24,68 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 309.933 ton GKG.

Jika dilihat menurut subround, terjadi peningkatan produksi padi pada subround Mei-Agustus dan September-Desember 2020, yaitu masing-masing sebesar 21.272 ton GKG (17,08 persen) dan 61.603 ton GKG (130,64 persen) dibandingkan 2019.

“Penurunan hanya terjadi pada subround Januari-April, yakni sebesar 6.394 ton GKG (-4,63 persen),” katanya.

Lalu, Jika dilihat menurut kabupaten/kota, kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2020 terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi.

Baca juga: KRONOLOGI Pembunuhan Pasutri di BSD Serpong Terungkap, Pelaku Bacok Dagu hingga Leher Korbannya

Baca juga: Link Nonton Vincenzo Sub Indo Episode 1-8, Mampukah Myung Hee Menjatuhkan Vincenzo dan Cha Young?

Baca juga: Emosinya Adik Ayus Lihat Postingan Baru Nissa Sabyan, Fadhila Nova: Dimana Hati Nurani Kalian?

“Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2020 adalah Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kota Sungai Penuh.

Dan tiga kabupaten/ kota dengan produksi padi terendah adalah Kota Jambi, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Sarolangun.

Sementara itu, produksi padi pada Januari 2021 sebesar 20.191 ton GKG, dan potensi produksi sepanjang Februari hingga April 2021 mencapai 101.100 ton GKG.

“Dengan demikian, total potensi produksi padi pada subround Januari-April 2021 diperkirakan sebesar 121.291 ton GKG, atau mengalami penurunan sekitar 10.530 ton (-7,99 persen) dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 131.821 ton GKG,” jelasnya.

Wahyudin mengatatakan, Tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada Januari hingga April 2021 adalah Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Merangin.

Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah pada periode yang sama adalah Kota Jambi, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Sarolangun.

Lalu, jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2020 setara dengan 222.379 ton beras, atau mengalami kenaikan sebesar 44.014 ton (24,68 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 178.364 ton.

Baca juga: Link Nonton Vincenzo Sub Indo Episode 8, Jun Woo Rela Membunuh Orang Terdekat

Baca juga: Ketahui Hal yang Bisa Membatalkan Puasa Selain Haid dan Makan dengan Sengaja

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved