Breaking News:

Berita Sungaipenuh

Antisipasi Kerawanan Pangan Pascabencana, Dinas Ketahanan Pangan Sungaipenuh Ajukan Ranperda Ini 

Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

ist
Ilustrasi - Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Ketahanan Pangan berkerjasama dengan Bulog Sub Divre Kerinci menggelar operasi pasar. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra 

TRIBUNJAMBI.COM,SUNGAIPENUH - Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait penyanggaan pencadangan pangan 2021.

Hal ini sebagai langkah, antisipasi kerawanan pangan akibat bencana alam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh Muswadi mengatakan, selama ini sudah ada Peraturan Walikota (Perwako) yang mengatur penyanggan pencadangan pangan akibat bencana alam, akan tetapi agar memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat, maka Pemerintah Daerah mengajukan agar menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Baca juga: 14 Kelurahan di Batanghari Bakal Menerima Rp330 Juta Untuk Pemberdayaan dan Infrastruktur

Baca juga: Link Nonton Love Alarm 2 Sub Indo Episode 1-2, Fitur Baru yang Memberatkan Jo Jo

Baca juga: PLN Nyaris Putus Aliran Listrik Pemkab Batanghari, Sekda: Uang Persedian Tiap Dinas Belum Keluar

“Ranperda ini mengatur apabila terjadi keadaan darurat seperti banjir, longsor dan kebakaran yang menimbulkan kerawanan pangan di Kota Sungai Penuh. Dan lima belas hari pasca terjadi bencana alam tersebut, pemerintah akan membantu masyarakat menyiapkan pangan berupa beras,” jelas Muswadi.

Muswadi menambahkan, setiap jiwa yang terdampak bencana mendapat bantuan sebanyak 300 gram beras per jiwa per hari, dengan lama bantuan yang diberikan yakni paling lama dua bulan tergantung pada kondisi warga yang terdampak.

“Jika stok pangan di Kota Sungai Penuh tidak mencukupi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, maka Pemerintah Kota Sungai Penuh boleh meminta bantuan pangan kepada Pemerintah Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Baca juga: Wisatawan Kerap Bertanya Mengapa Hutan di Kaki Gunung Kerinci Gundul, Ini Kata Pemandu Wisata

Baca juga: Muncul di Media Sosial, Moeldoko Olahraga Pagi, Mampir ke Tukang Sayur, Warganet: Pak Ketum

Baca juga: KRONOLOGI Pembunuhan Pasutri di BSD Serpong Terungkap, Pelaku Bacok Dagu hingga Leher Korbannya

(*) 

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Penulis: Herupitra
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved