Editorial
Saat Belajar Tatap Muka di Kota Jambi Dihentikan Sementara, ASN Jangan Abai Protokol Kesehatan
Tahun ajaran baru 2020/2021 di Kota Jambi diberlakukan belajar tatap muka dan belajar di rumah (belajar online). Sebelumnya Kota Jambi masuk zona kuni
Penulis: Rahimin | Editor: Rahimin
Tahun ajaran baru 2020/2021 di Kota Jambi diberlakukan belajar tatap muka dan belajar di rumah (belajar online). Sebelumnya Kota Jambi masuk zona kuning.
Per tanggal 23 Juli, warga Kota Jambi yang positif Corona tinggal 3 orang. Sebelumnya 31 orang sembuh.
Angka positif corona sudah turun banyak. Itulah yang menjadi alasan Pemkot Jambi memberlakukan tahun ajaran baru dengan tatap muka dengan sistim 2 shif. Tiap kelas per shif paling banyak 12 orang. Dengan belajar selama 2,5 jam.
Sekolah-sekolah, baik tingkat SD dan SMP memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat.
• Hasil Gelar Perkara, Status Laporan Terhadap Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Tahap Penyidikan
• Masa Penahanan Cornelis Buston Cs Diperpanjang KPK Selama 30 Hari, Guna Kepentingan Pemberkasan
• Akui Dirinya Lakukan Pelecehan Seksual, YouTuber Turah Parthayana Pilih Mengasingkan Diri di Rusia
Sebelum masuk sekolah, siswa wajib pakai masker, dicek suhu badan, cuci tangan, masuk bilik disinfektan. Belajar di kelas diberi jarak 1 meter (1 meja 1 siswa).
Awalnya sebagian wali murid khawatir bakal muncul klaster sekolah. Namun, dengan protokol kesehatan, apa yang ditakutkan itu tidak terjadi.

Justru, malah muncul klaster rumah sakit (1 ASN (aparatur sipil negara) terkonfirmasi positif), dan klaster perkantoran provinsi (1 ASN positif, 3 reaktif).
Setelah sekitar 3 pekan lebih belajar tatap muka, kasus positif melonjak drastis.
Bukan disebabkan klaster pendidikan maupun klaster relaksasi sosial, ekonomi dan kemasyarakatan yang belum lama ini diberlakukan Pemkot Jambi. Akhirnya belajar tatap muka dihentikan sementara.
• Kronologi Bocah Berseragam SD Tewas Diduga Keracunan Miras, Ditemukan di Pinggir Jalan Mulut Berbusa
• Jenderal Andika Pimpin Sertijab 7 Jabatan, Ganti Pangdam Sriwijaya Hingga Pangkostrad
• Narkoba Disita Dari Tangan Warga Kota Jambi Senilai Hampir Rp 3 Miliar, Disebar Untuk Empat Provinsi
24 Juli bertambah 1 enjadi 4 orang positif. 25 Juli bertambah lagi 1 menjadi 5 orang positif. 29 Juli bertambah 4 positif menjadi 8 positif dan 1 sembuh.
30 Juli 1 orang meninggal tinggal 7 positif. 31 Juli melonjak bertambah 7 pasien (masih satu keluarga yang baru pulang dari Jakarta). Total jadi 14 positif.

Belajar tatap muka masih dilakukan dengan sistim shif. Namun, pada 4 Agustus penambahan positif melonjak hingga 11 orang dari Kenali Asam Bawah (terkait klaster rumah sakit, karena satu pasien merupakan ASN bagian administrasi RSUD Raden Mattaher)
Total pasien positif di Kota Jambi menjadi 25 orang. 5 Agustus bertambah lagi 3 pasien. Total pasien positif Kota Jambi 28 positif, sembuh 32 orang dan meninggal 1 orang.
• Suami serta Istrinya yang Hamil 9 Bulan Tewas Saat Speedboat Ditumpanginya Tabrak Tongkang
• Hakim PT Jambi Kuatkan Putusan PN Jambi, Soal Kebakaran Lahan PT Argo Tumbuh Gemilang Abadi
• PNS dan Pegawai BUMN Gigit Jari, Sebentar Lagi Rp 600 Ribu bagi Pekerja Cair! Begini Penjelasannya
Akhirnya, per 6 Agustus hingga dua minggu ke depan Pemerintah Kota Jambi menghentikan sementara proses belajar tatap muka. Diganti belajar online di rumah.
Berkaca dengan hal ini, kita semua harus patuh dengan protokol kesehatan. Kalau perlu, di perkantoran perketat protokol kesehatan seperti yang dilakukan pihak sekolah. Jangan lengah.
