Demo di Jambi Ricuh

Ricuh Aksi Demo di DPRD Jambi, Puluhan Mahasiswa dan Polisi Alami Cidera

Aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Jambi yang berlangsung pada Jumat (29/8/2025) berujung ricuh. Baik dari pihak aparat kepolisian maupun

Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Nurlailis
Tribunjambi.com/ Syrillus Krisdianto
Aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Jambi yang berlangsung pada Jumat (29/8/2025) berujung ricuh. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Jambi yang berlangsung pada Jumat (29/8/2025) berujung ricuh. 

Baik dari pihak aparat kepolisian maupun demonstran mengalami luka-luka akibat bentrokan dan tembakan gas air mata.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjambi.com, sedikitnya tujuh anggota kepolisian mengalami luka saat mengamankan jalannya aksi.

Baca juga: Properti DPRD Provinsi Jambi Diamankan, Kerusakan Terlihat Pasca Demo Ricuh

Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa lima polisi mengalami luka serius di kepala dan wajah, sementara dua lainnya terluka di bagian lengan kiri dan tumit kaki kanan.

“Lima aparat mengalami luka serius di kepala dan wajah,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025). 

“Satu orang mengalami luka di lengan kiri, sementara satu lagi di tumit kaki kanan,” tambahnya.

Di sisi lain, informasi mengenai korban dari kalangan demonstran juga mulai terungkap. 

Beberapa mahasiswa yang diwawancarai Tribunjambi.com menyebut bahwa ada sekitar 38 mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi tersebut.

Baca juga: Gedung DPRD Jambi Dirusak Saat Demo, Warga Datang Lihat Kondisi Pasca Kerusuhan

Salah seorang mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa dari delapan rekannya, dua mengalami luka di bagian kepala hingga harus dijahit.

“Saat kerusuhan terjadi, dua teman saya terkena di kepala dan harus dijahit,” ujarnya melalui pesan singkat.

Sementara itu, mahasiswa lain berinisial Has menuturkan bahwa sekitar 30 mahasiswa mengalami luka-luka akibat tembakan gas air mata dan lemparan batu.

“Banyak yang terkena lemparan batu dan gas air mata. Dua teman saya mengalami luka di kepala, salah satunya bahkan dilarikan ke RSUD Raden Mattaher karena pingsan,” ungkapnya.

Pihak RSUD Raden Mattaher membenarkan bahwa ada massa aksi yang datang untuk mendapatkan perawatan. 

“Benar, kemarin ada korban luka dari demo yang dibawa ke rumah sakit. Tapi jumlah pastinya tidak kami catat karena petugas yang menangani sudah pulang saat kami hubungi,” ujar petugas rumah sakit.

Sementara itu, seorang penjaga warung di sekitar SD Negeri 47 Kota Jambi, Ritonga, mengaku tidak melihat langsung adanya korban dari pihak mahasiswa

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved