Berita Internasional

Berencana Bangun Medan Perang dan Provokasi China, Militer AS Kirim Puluhan Pesawat Mata-mata ke LCS

Berencana Bangun Medan Perang dan Provokasi China, Militer AS Kirim Puluhan Pesawat Mata-mata ke LCS

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Shutterstock
Kapal perang Amerika Serikat (AS) jenis penjelajah berkekuatan rudal pandu, USS Lake Erie. 

TRIBUNJAMBI.COM - Hingga kini, tensi di Laut China Selatan masih tinggi atas konflik antara China dan Amerika Serikat.

Kondisi semakin diperparah dengan kehadiran dua pesawat mata-mata milik militer Amerika Serikat (AS) di sana.

Provokasi AS lantas membangkitkan kemarahan militer China.

Dilansir dari express.co.uk pada Selasa (4/8/2020), kegiatan pesawat mata-mata milik AS dilaporkan meningkat dua kali lipat selama beberapa bulan terakhir.

Wajar Tak Gentar Meski Dikepung AS & Inggris, Ternyata China Punya Alat Canggih Ini Pendeteksi Rudal

Begini Nasib Anji Manji Setelah Videonya Soal Obat Virus Corona Covid-19 Viral, Tompi Bilang Begini

Tim Gabungan Kembali Razia Illegal Drilling di Lubuk Napal, Petugas tak Temukan Pekerja di Lokasi

Hal ini dlaporkan kelompok riset di Laut China Selatan, yang berpusat di Universitas Peking.

Pada Juli 2020 misalnya, kelompok riset itu mengatakan AS melakukan 67 misi pengintaian.

Berbanding 34 kali selama bulan Mei 2020.

Melihat hal ini, militer China menganggap bahwa apa yang dilakukan AS adalah untuk "membangun medan perang" di Laut China Selatan.

Bronjong di Desa Koto Rami Merangin Ambruk, Dinas PUPR Provinsi Jambi: Rekanan Siap Perbaiki

Lima Mobil Pelansir Bahan Bakar SPBU Terjaring Razia Dilepas Polsek Tebo Tengah

Mulai Nampak Kabut Asap, Indeks Standar Pencemaran Udara di Kabupaten Bungo Kategori Sedang

Padahal menurut mereka, AS tidak perlu melakukan operasi pengawasan sesering ini.

Karena militer AS sudah memiliki peralatan pengawasan canggih. Bahkan lebih tinggi dari China sekalipun.

"AS memiliki teknologi pengintaian canggih yang serba bisa," ucap SCSPI.

"Jadi mereka tidak perlu melakukan hal itu. Terutama untuk pesawat yang sering terbang begitu dekat."

Akhir bulan lalu, SCSPI mengatakan dua pesawat AS mendekati daratan China, dengan satu pesawat hanya berjarak sekitar 47 mil dari Shanghai.

Salah satu pesawat khusus itu berada dalam perang kapal selam. Sementara yang lain adalah pesawat pengintai yang disebut EP-3E.

Federasi Ilmuwan Amerika menjelaskan bahwa EP-3E merupakan jenis pesawat terakhir ini mampu melakukan pengawasan canggih. 

Lalu apa alasan AS melakukan hal tersebut?

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan outlet berita China, Global Times, direktur SCSPI Hu Bo memberi alasan lain mengapa AS mungkin telah meningkatkan pengawasan udaranya.

Dia mengatakan, "Alasan di balik peningkatan pengintaian udara AS yang signifikan pada tahun 2020 bisa terkait dengan pandemi Covid-19."

"Karena banyak kapal perang AS menderita dari peristiwa infeksi kelompok yang mengakibatkan kurangnya kapal perang."

Gara-gara Tak Diberi Uang Rp100 Ribu, Pria di Jambi Ancam Ibunya Akan Bakar Rumah

Buruan Nikmati Promo Pizza HUT 4 - 14 Agustus 2020 All You Can Eat Pizza, Sepuasnya Hanya Rp 55 Ribu

VIDEO: Polres Tanjabbar Tetapkan Satu Tersangka Pembakaran Lahan

"Oleh karennaya, AS mungkin telah memilih untuk meningkatkan pengintaian penerbangan."

SCSPI mencatat pesawat AS juga sering memasuki wilayah udara Taiwan, dengan rata-rata tiga 'sorti' per hari sekitar Juni 2020.

Ini juga mengarah pada peningkatan pesawat China yang melintasi wilayah udara Taiwan, tidak kurang dari delapan kali di bulan yang sama, tambah SCSPI.

Untuk membalas apa yang dilakukan AS, China pun mengerahkan pesawat pembom jet untuk melakukan latihan militer di Laut Cina Selatan.

Itu adalah pertama kalinya China menunjukkan pembom H-6J, yang mampu membawa rudal jelajah.

Tak hanya pesawat pembom, China juga memperlihatkan kapal serbu amfibi baru mereka.

Di mana kapal 'type 76' ini belum memiliki nama resmi tapi dia akan menjadi kapal terbesar ketiga dari jenisnya.

Dilaporkan kapal itu dapat dapat membawa hingga 30 helikopter ditambah drone, tank, perahukecil dan personel.

VIDEO Manfaat Daun Jambu Biji untuk Kecantikan, Bisa Atasi Komedo hingga Kulit Berminyak

Pemkab Muarojambi Perlonggar Aturan Resepsi Penikahan, Warga Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

VIRAL Pengakuan Seorang Pria yang Miliki Kelainan Seksual, Begini Fakta Sebenarnya, Ternyata

Wah, semakin tegang saja bukan wilayah Laut China Selatan?

Artikel Ini Telah Tayang di Intisari.Online

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved