Berita Sarolangun
Tim Gabungan Kembali Razia Illegal Drilling di Lubuk Napal, Petugas tak Temukan Pekerja di Lokasi
Kapolres Sarolangun, AKBP Deny Heryanto melalui Kabag Ops Kompol Nazarudin mengatakan dari pelaksanaan penertiban Illegal Drilling bersama petugas gab
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Penertiban kegiatan Illegal Drilling di Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun kembali dilakukan, Selasa (4/8/2020).
Kapolres Sarolangun, AKBP Deny Heryanto melalui Kabag Ops Kompol Nazarudin mengatakan dari pelaksanaan penertiban Illegal Drilling bersama petugas gabungan Polri, TNI, Satpol PP dan PPNS Dinas Lingkungan Hidup Sarolangun.
Di lokasi, tidak ditemukan para pekerja yang sedang melakukan pengeboran.
• Bronjong di Desa Koto Rami Merangin Ambruk, Dinas PUPR Provinsi Jambi: Rekanan Siap Perbaiki
• Lima Mobil Pelansir Bahan Bakar SPBU Terjaring Razia Dilepas Polsek Tebo Tengah
• Mulai Nampak Kabut Asap, Indeks Standar Pencemaran Udara di Kabupaten Bungo Kategori Sedang
Petugas langsung menyebar untuk merobohkon satu persatu kamp para pekerja.
Ratusan sumur minyak ilegal dan puluhan pondok dihancurkan petugas kemudian diberi garis polisi.
"100 sumur dan 50 pondok yang dirobohkan, eksekusi sumur dengan memasukan kayu dan cairan deterjen," katanya.
Pada saat penindakan ini, memang petugas tidak mendapatkan para pekerja ataupun para pemodal di tempat.
Dan diakui kabag ops, operasi ini memang sudah dirahasiakan bersama beberapa pihak. Namun tetap saja para pekerja sepertinya sudah mengetahui petugas akan memasuki lokasi.
"Penindakan kita ini sudah saya rahasiakan dan pesan sudah saya siarkan tidak melalui grup tetapi saya japri. Supaya tidak bocor. Namun apa boleh dikata, tadi satupun pekerja tidak ada," ujarnya
Lanjutnya bahwa penertiban ini akan dilakukan oleh tim gabungan secara berkelanjutan.
"Dua hari setelah ini kita adakan patroli, apakah mereka masih atau sebaliknya dan dilaporkan pimpinan untuk melakukan penindakan selanjutnya," ungkapnya.