Pusat Buat Program Aspal Campur Karet, Zulkarnaen: Muarojambi Siap, Tapi Sejauh Ini Tidak Ada Kabar

Kementrian PU membuat program aspal campur karet. Sebab, harga karet di Indonesia turun.

tribunjambi/hasbi sabirin
Petani karet di Muarojambi sudah menyiapkan karet, jika pemerintah ingin membeli karena akan dicampur dengan aspal 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hasbi Sabirin

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kementrian PU membuat program aspal campur karet. Sebab, harga karet di Indonesia turun.

Penyebab menurunnya harga karet Indonesia karena adanya pengurangan produksi sekitar 200.000 ton pertahun di tiga negara Indonesia, Malaysia dan Thailand. 

 Makanya, guna meningkatkan nilai jual karet petani di Provinsi Jambi, di Kabupaten Muarojambi sudah disiapkan karet-karet milik petani.

Pasien Positif Covid-19 di Sarolangun Ada Yang Stres, Dirawat Hampir Dua Bulan Belum Sembuh Juga

Ahok Ngaku Gaji di Pertamina Cukup Besar Rp 170 Juta, Lebih Enak Jadi Gubernur Besar Pengaruhnya

Muncul ke Publik, Putri Cantik John Kei Kaget Apa Yang Sudah Dilakukan Papanya

Update 112 Kabupaten/Kota di Indonesia yang Kini Jadi Zona Hijau Covid-19, Ada 2 Kabupaten di Jambi

Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Muarojambi, Zulkarnaen mengatakan, dalam program tersebut pihak PU diminta kurang lebih sekitar 7 persen karet dijadikan untuk bahan campuran aspal.

"Iya, beberapa waktu lalu kita diminta kementrian pusat sosialisasikan program karet dijadikan bahan campuran aspal untuk insfrastruktur. Saya rasa sangat bagus aspal bisa tahan dua kali lipat dengan dicampurnya karet," jelasnya, Minggu (28/6/2020).

Ia menyampaikan, berdasarkan imbauan presiden Indonesia meminta untuk semua daerah provinsi dan kabupaten penghasil karet menggunakan aspal karet. Untuk  provinsi penghasil button menggunakan aspal berbahan button.

"Dengan adanya imbauan tersebut dari pemerintah pusat, Muarojambi sudah siapkan kelompok tani karet. Mau getah beku, cair, sudah kita siapkan. Cuma, sejauh ini laporan tersebut tidak ada kabar, berjalan program tersebut atau tidak," ujarnya.

Menurutnya, untuk pengahasil karet paling banyak di Kabupaten Muarojambi ialah di daerah Sungai Gelam dan Mestong. Sementara harganya dari dulu masih stagnan antara Rp 6.000-Rp 7.000 di tingkat petani.

Sakit Tenggorokan Disebut Gejala Covid-19, Begini Cara Mudah Mengatasinya dengan 5 Bahan Alami!

Daftar 6 Stadion yang Ditunjuk Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021, tak Ada Stadion Pakansari?

Korban Salah Tangkap Anggota Polres Merangin Masih Kesakitan, Padahal Sudah Dibawa Berobat ke Jambi

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved