Kisah Militer RI
Lewat Bantuan 3 Pendekar Ini, Kopassus Kebal Lawan Musuh dari Ilmu Hitam di Misi Pembebasan Sandera
Lewat Bantuan 3 Pendekar Ini, Kopassus Kebal Lawan Musuh dari Ilmu Hitam di Misi Pembebasan Sandera
TRIBUNJAMBI.COM - Pernah dengar mengenai pasukan khusus kepunyaan TNI AD yang ahli dalam ilmu tenaga dalam atau biasa disebut ilmu kanuragan.
Ya, patut diketahui, kehebatan dari satuan elite TNI AD itu yang bernama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tidak hanya mahir di persenjataan dan pengintaian. Kopassus juga ahli dalam ilmu kanuragan.
Hanya saja, tidak sertamerta terus menggunakan ilmu dalamnya, Kopassus pun pernah meminta bantuan tiga pendekar Banten dalam sebuah misi.
Kekuatan 'rahasia' Kopassus kerap membuat orang berdecak kagum.
• Ulah Gokil Kapten Encun, Mahaguru Pelempar Pisau Kopassus, Hancurkan Semua Pohon Randu di Cijantung
• Sahabat Lama Bela Kopassus yang Kehilangan Kaki di Depan Jenderal, Banting Baret ke Meja
• Ujian Berat Calon Anggota Kopassus, Jalani Minggu Neraka dan Bertahan di Nusakambangan Tanpa Bekal
Di balik latihan yang sangat keras, ternyata pasukan elite TNI AD ini mempelajari ilmu rahasia.
Meski sudah memiliki skill tinggi, dalam beberapa misi Kopassus juga mendapat bantuan dari rakyat sipil.
Semboyan 'Bersama Rakyat TNI Kuat' menjadi pesan yang tepat untuk menjaga dan mengamankan NKRI.
• Dalam Sepekan Dua Warga Kerinci dan Sungai Penuh Tenggelam di Sungai
• Tak Semua Orang Tahu! Ini Cara Cepat Jadi Pilot Penerbang TNI AU dan Bisa Terbangkan Pesawat Tempur
• Dituntut 1,5 Tahun, Lurah Tanjung Terdakwa Korupsi Dana Bansos Minta Keriganan Hukuman
• Ilham Kembali Berulah Setelah Dapat Asimilasi, Kini Terancam 7 Tahun Penjara
• Peringatan Dini Cuaca Provinsi Jambi 24-26 April 2020, Ini Wilayah yang Potensi Hujan Disertai Petir
• Sukses Tangani Perkara Revitalisasi Asrama Haji, Polda Jambi Dapat Apresiasi dari KPK
Mengutip tulisan Ian Douglas Wilson, pengajar Murdoch University, yang menulis tentang pasukan khusus dan operasi di di Desa Mapenduma, Papua.
Kala itu, sebuah operasi yang dilakukan di Desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Misi penyelamatan sandera dilakukan TNI baret hijau dan pasukan khususnya yang berbaret merah, yaitu Kopassus.
Siapa sangka, di antara sepasukan berbaret hijau dan pasukan khusus berbaret merah itu, terdapat tiga orang sipil menjadi ujung tombak operasi pembebasan sandera di Desa Mapenduma.
Mereka, H Tubagus Zaini, Tubagus Yuhyi Andawi dan Sayid Ubaydillah Al-Mahdaly merupakan jawara asal Banten.
Ketiga jawara pemilik ilmu adikodrati tersebut, dianggap berguna untuk menghalau serangan ilmu hitam pihak musuh.
“Waktu itu kami diminta membantu. Tugas kami memberikan perlindungan spiritual para anggota pasukan. Termasuk menangkal illmu gaib yang mungkin dipakai para penyandera,” ungkap Sayid Ubaydillah, seturut dikutip Kompas, 9 November 1998.
TNI, termasuk Kopassus, kala itu memang kesulitan menerabas lokasi penculikan di rimba belantara Mapenduma.
Itu lantaran tak memiliki peta daerah.
