Covid-19 Terus Memakan Korban Jiwa, Kenali Gejala, Pencegahan, dan Kapan Harus Isolasi Diri
Korban keganasan virus Corona terus bertambah. Tidak hanya di Indonesia, tapi diseluruh dunia.
TRIBUNJAMBI.COM - Korban keganasan virus Corona terus bertambah. Tidak hanya di Indonesia, tapi diseluruh dunia.
Beberapa negara bahkan sudah mengambil keputusan ekstrem dengan lebih mementingkan penyelamatan untuk pasien terinfeksi Covid-19 yang berusia muda daripada usia tua.
Virus corona ini merupakan keluarga besar virus yang telah menyebabkan sejumlah penyakit sebelum Covid-19, yaitu seperti MERS dan SARS.
• Kecamatan Sabak Timur Bersama PSHT Rayon Sabak Ulu Lakukan Penyemprotan Disinfektan
• Lagi Viral! Nikita Mirzani Bikin Geger Warga Jambi, Buat Status Mau Tampar Oknum Dokter di Bungo
• VIDEO: Mahfud MD Sebut Tak Ada Pembebasan Napi Korupsi karena Corona: Tempat Luas. . .
Melansir laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini bersifat zoonosis atau ditularkan antara hewan dan manusia.
Pada hewan, virus corona dapat menyebabkan diare, seperti pada sapi dan babi, serta penyakit pernapasan atas pada ayam.
Sementara, pada manusia, virus dapat menyebabkan infeksi pernapasan ringan hingga penyakit yang lebih parah.
• Penumpang Sepi, Travel Wajib Masuk Terminal
• Imbas Penyebaran Covid-19 Hasil Tangkapan Tak Bisa Dijual, Nelayan di Tanjab Barat Tak Melaut
• Nekat Langgar Aturan Kekarantinaan Selama Pandemi Covid-19? Siap-siap Hukuman 1 Tahun Penjara
Gejala virus corona
Virus corona menginfeksi paru-paru. Ada dua gejala kunci dari infeksi, yaitu demam dan batuk kering. Dalam beberapa kasus, gejala ini dapat memicu masalah pernapasan.
Melansir BBC, jenis batuk yang perlu diwaspadai adalah batuk baru yang terus menerus. Artinya, seseorang banyak batuk dalam lebih dari satu jam atau mengalami tiga kali atau lebih periode batuk dalam 24 jam.
Gejala lain adalah demam, yaitu apabila suhu tubuh di atas 37,8 derajat celsius. Dalam kondisi ini, biasanya seseorang merasa hangat, dingin, atau kedinginan.
Rata-rata dibutuhkan waktu lima hari untuk menunjukkan gejala-gejala tersebut. Namun, beberapa kasus mengalami gejala dalam waktu yang lebih lama.
Menurut WHO, masa inkubasi dapat berlangsung hingga 14 hari.
Sakit tenggorokan, sakit kepala, dan diare juga telah dilaporkan dialami pasien dalam beberapa kasus. Selain itu, juga hilangnya bau dan rasa pada sejumlah pasien. Namun, gejala-gejala ini tidak spesifik terjadi hanya untuk virus corona.
Hingga kini, masih banyak yang belum diketahui soal gejala keseluruhan dari seseorang yang terpapar virus corona baru ini.
• Nasib Anak-anak Artis Terkenal Ini, Pilih Mengabdi Pada Negara Jadi Polisi hingga Anggota Kopassus
• Hadapi Pandemik Covid-19 dan Idul Fitri, Pemkab Tanjab Timur Usulkan Penambahan Kuota Gas LPG 3 Kg
• Inilah Sosok Estri Pasukan Elite Wanita di Kesultanan Mataram yang Reputasinya Bikin Kolonial Takut
• Cegah Corona, Napi Lapas Bungo Jalani Sidang Via Teleconference dan Kunjungan Online
Cara melindungi diri