Breaking News:

Virus Corona di Jambi

Hadapi Pandemik Covid-19 dan Idul Fitri, Pemkab Tanjab Timur Usulkan Penambahan Kuota Gas LPG 3 Kg

Jelang Idulfitri 1441 H/2020 M mendatang, Pemerintah Tanjabtim usulkan penambahan kuota gas LPG sebanyak 4.800 tabung.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
tribunjambi/abdullah usman
Kabag Ekonomi Tanjabtim, Awaluddin 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Jelang Idulfitri 1441 H/2020 M mendatang, Pemerintah Tanjabtim usulkan penambahan kuota gas LPG sebanyak 4.800 tabung. 

Seiring meningkatnya Kebutuhan dan pemakaian gas LPG 3 Kg di Kabupaten Tanjab Timur dalam sepekan terakhir ini, mengalami peningkatan cukup drastis.

Diantatanya dengan giat operasi pasar dari tanggal 3 s.d 30 April 2020 merupakan upaya Pemkab Tanjab Timur dalam mengantisipasi tingginya lonjakan terhadap kebutuhan dan pemakaian gas LPG 3 Kg di rumah tangga karena Stay at Home akibat wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Cegah Corona, Napi Lapas Bungo Jalani Sidang Via Teleconference dan Kunjungan Online

Pemkab Tanjabtim melalui Kabag Perekonomian SDA Setda Tanjabtim mengambil tindakan cepat mengajukan permohonan penambahan kuota gas LPG 3 Kg sebanyak 4.800 tabung yang akan disebarkan di 15 titik di seluruh kecamatan.

Namun, ada beberapa kecamatan yang mendapatkan jatah gas LPG 3 Kg dua kali dalam sebulan, yaitu Kecamatan Muara Sabak Timur, Geragai, Nipah Panjang dan Kecamatan Rantau Rasau.

"Nanti untuk tiap-tiap kecamatan direncanakan untuk satu titik di kelurahan mendapatkan 560 tabung LGP 3 Kg. Dan Alhamdulillah pihak Pertamina sudah menyetuji permohonan kita," ujar Kabag Ekonomi Setda Tanjabtim Awaluddin, Minggu (5/4).

Anak-anak Panti Asuhan di Muarojambi akan Diperiksa Petugas Medis

Dia menambahkan, dari 560 tabung gas LPG tersebut, seperti halnya di Kecamatan Muara Sabak Barat akan dibagi untuk lima kelurahan, yaitu Parit Culum I 100 tabung, Parit Culum II 100 tabung, Talang Babat 160 tabung, Rano 100 tabung dan Nibung Putih 100 tabung.

"Apabila kelurahan di Kecamatan Muara Sabak Barat yang belum kebagian, maka di bulan Mei 2020 selanjutnya Insya Allah akan dialokasikan," terangnya.

Dia menyampaikan, dalam pelaksanaan operasi pasar yang dilakukan nantinya, tidak dilakukan operasi pasar seperti biasanya. Hal ini untuk menghindari dari perkumpulan dan kontak langsung kepada orang banyak yang membuat wabah Covid-19 bisa cepat menular.

Penuh Haru, Keluarga Sambut Napi di Lapas Klas IIB Muara Bungo yang Mendapatkan Asimilasi

"Jadi, kita harus menjaga jarak antara pelayan dengan konsumen yang membeli. Selanjutnya, kita juga tidak mengumpulkan orang dalam satu kecamatan itu di satu atau dua titik. Namun kita akan membagikannya untuk tiap desa maupun kelurahan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved