Tak Mau Kooperatif, Pemkot Jambi Akan Laporkan Rekanan Nakal Ke Kejaksaan

Pemerintah Kota Jambi melalui Inspektorat tengah serius menindaklanjuti laporan ataupun temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tak Mau Kooperatif, Pemkot Jambi Akan Laporkan Rekanan Nakal Ke Kejaksaan
Tribunjambi/Rohmayana
Wakil Wali Kota Jambi Maulana. 

Tak Mau Kooperatif, Pemkot Jambi Akan Laporkan Rekanan Nakal Ke Kejaksaan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pemerintah Kota Jambi melalui Inspektorat tengah serius menindaklanjuti laporan ataupun temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebab, untuk meraih opini WTP, pemerintah daerah minimal harus sudah menindaklanjuti hasil temuan sebesar 70 persen. Namun hal tersebut kerap tersandung rekanan yang tidak bisa bekerjasama dengan baik.

"Kami kan sudah punya SOP juga, intinya dalam setiap laporan ataupun hasil pemeriksaan itu kami upayakan 2x30 hari harus selesai. Namun kerap terkendala ada pihak ke tiga yang terkadang tidak kooperatif," kata Wakil Wali Kota Jambi, Maulana.

Dirinya mencontohkan misalnya ada temuan kerugian yang diakibatkan adanya pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu, maka pihak rekanan harus membayar sejumlah denda sesuai aturan yang ada.

Bawaslu Provinsi Jambi: Money Politics Sulit Dibuktikan Ketika Masyarakat Diam

Arif Divonis 1,2 Tahun Setelah Aniaya Ibu Kandungnya, Hakim: Itu Pelajaran

1.000 Anak PAUD Kota Jambi Tabuh Rebana, Pemkot Jambi Pecahkan Rekor MURI Ke-6 Kalinya

Hasil Verifikasi CPNS Kota Jambi Diumumkan 16 Desember, Cek Namamu

"Tapi tidak dibayar dengan pihak ketiga (rekanan, red). Inikan kita diberi beban untuk menagih, tapi setelah ditagih terkadang kantornya sudah pindah, nomor teleponnya sudah ganti. Maka kami mengambil sikap, kalau sudah 1-3 kali diberi tahu tapi tidak ada tindak lanjutnya, kami sepakat untuk melaporkan ke penegak hukum," kata Maulana.

Kata dia, pemerintah Kota Jambi secara otomatis juga langsung mem-blacklist rekanan tersebut.

"Sejauh ini kalau temuan APIP hampir 100 persen sudah ditindaklanjuti. Tapi kadang temuan yang berkaitan dengan pihak lain di luar pemerintah itu yang agak sulit. Kalau di internal pemerintah, yang sifatnya administratif atau teguran itu sudah kita tindaklanjuti," katanya.

Kata Maulana, pihaknya selalu monitor perkembangan hasil audit di tiap-tiap OPD. "Memang masih sekitar 10 persen lagi yang perlu kita selesaikan. Dan itu kendalanya ya itu tadi. Berkaitan dengan pihak ketiga, berkaitan dengan denda dan lainnya. Tapi ini terus kami kejar. Kalau tidak juga kami akan serahkan ke penegak hukum," katanya.

Sementara itu Kepala Inspektorat Kota Jambi Hefny Ilyas mengatakan bahwa perihal rekanan atau pihak ketiga yang tidak kooperatif Itu, pihak pemerintah sudah beberapa kali melayangkan surat pemberitahuan. Namun hingga kini banyak yang belum menindaklanjutinya.

"Kami juga sudah pernah panggil, kami kumpulkan. Kalau masih juga tidak selesai dan tidak kooperatif tentu akan kami serahkan ke penegak hukum. Biasanya kami tanggal 12 Desember itu ada pemutakhiran data terakhir," katanya.

Karena Masalah Sepele Pria di Bungo Tega Aniaya Ibu Kandungnya, Lihat Ganjaran yang Didapat

Apif Diminta Zumi Zola Cari Solusi, Ini Daftar Nama Pengusaha yang Jadi Sumber Uang

Matahari Siapkan Promo Spesial Natal, Diskon hingga 75 Persen

Kejari Tebo Tahan Direktur PT Mutiara Ghara Teknik, Rugikan Negara Rp 1,6 Miliar Akibat Korupsi LPJU

Menurutnya, kendala selama ini selain karena putus komunikasi dengan pihak ketiga, terkadang faktor internal juga berpengaruh. Seperti temuan yang bersifat administratif ataupun teguran.

"Masing-masing OPD kan sudah juga terima LHP itu. Kalau yang sifatnya administratif atau teguran kan bisa langsung ditindaklanjuti, masak itu saja lambat. Terkadang lalai, masak itu saja tidak bisa. Kami sekarang lebih pro aktif," katanya.

Kata Hefny, untuk temuan yang sifatnya kerugian negara, BPK memberi waktu penyelesaian 2X30 hari harus tuntas.

"Rekanan itu sudah pernah kami kumpulkan. Sudah juga kami sampaikan bahwa kalau tidak ada progresnya kami akan minta tolong kejaksaan untuk menagihnya," pungkasnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved