Karena Masalah Sepele Pria di Bungo Tega Aniaya Ibu Kandungnya, Lihat Ganjaran yang Didapat

Arif kemudian memukul pipi kiri ibunya dan membenturkan dahinya ke dahi korban hingga terluka.

Karena Masalah Sepele Pria di Bungo Tega Aniaya Ibu Kandungnya, Lihat Ganjaran yang Didapat
Tribunjambi/Mareza
Muhammad Arif hanya bisa menerima vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Muara Bungo. 

Karena Masalah Sepele Pria di Bungo Tega Aniaya Ibu Kandungnya, Lihat Ganjaran yang Didapat

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Terdakwa perkara penganiayaan, Muhammad Arif hanya bisa menerima vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Muara Bungo dalam sidang putusan yang digelar, Kamis (5/12/2019).

Dalam sidang itu, majelis hakim yang diketuai Agung Sutomo Thoba menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri, Siti Aisyah.

Dalam amar putusan yang dibacakan hakim anggota, Melky Salahudin, terdakwa tega memukul korban hanya karena masalah sepele.

Perbuatan itu dilakukannya pada Senin (1/8/2019) lalu di rumah orang tuanya di Dusun Rantau Panjang, Kecamatan Jujuhan.

Arif Divonis 1,2 Tahun Setelah Aniaya Ibu Kandungnya, Hakim: Itu Pelajaran

1.000 Anak PAUD Kota Jambi Tabuh Rebana, Pemkot Jambi Pecahkan Rekor MURI Ke-6 Kalinya

Hasil Verifikasi CPNS Kota Jambi Diumumkan 16 Desember, Cek Namamu

Kasus DBD di Kota Jambi Meningkat Pesat, 9 Orang Meninggal

Korban yang tidak lain adalah ibu kandungnya bertanya tentang keberadaan ponsel suaminya (ayah terdakwa) yang ada di kamar. Entah apa yang merasukinya, terdakwa langsung menjawab dengan nada tinggi dan melempar satu buah kelapa ke arah korban. Namun, kelapa itu tidak mengenai korban.

Terdakwa kemudian memukul korban pada pipi sebelah kiri dan membenturkan dahinya ke dahi korban hingga luka.

Keduanya sempat dilerai oleh warga sekitar. Perbuatan tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.
Kini, terdakwa harus mendekam di penjara usai menerima vonis satu tahun dan dua bulan dari majelis hakim.

"Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Muhammad Arif dengan pidana penjara selama satu tahun dan dua bulan," kata ketua majelis hakim, Agung Sutomo Thoba dalam sidang yang digelar, Kamis (5/12/2019).

Putusan itu lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Bungo, Yupran Susanto.

Sebelumnya, jaksa menuntut Arif dengan pidana penjara selama satu tahun dan delapan bulan. Dia dituntut sebagaimana Pasal 44 Ayat (1) UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Atas putusan tersebut, terdakwa hanya pasrah, dan menerima vonis yang dijatuhkan. Hal sama juga dilakukan jaksa.

Sebelum menutup sidang, Agung sempat memberi nasihat pada terdakwa. Menurutnya, putusan yang dijatuhkan majelis hakim merupakan pelajaran agar terdakwa tidak mengulangi perbuatannya.

"Itu pelajaran buat saudara. Jangan saudara ulangi. Harusnya saudara hormat pada ibu kandung saudara," katanya, sebelum mengetuk palu.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved