Kantor Desa Pematang Raman Disulap Jadi Rumah Oksigen, Sehari 100 Orang Periksa Kesehatan

Sudah hampir tiga minggu, Kantor Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi disulap menjadi ruang oksigen.

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Dedy Nurdin
Sabtu (5/10/2019) siang sejumlah ruangan seperti ruangan Kepala Desa dijadikan tempat penyaluran oksigen. 

Kantor Desa Pematang Raman Disulap Jadi Rumah Oksigen, Sehari 100 Orang Periksa Kesehatan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sudah hampir tiga minggu, Kantor Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi disulap menjadi ruang oksigen untuk membantu korban terdampak kabut asap.

Sabtu (5/10/2019) siang sejumlah ruangan seperti ruangan Kepala Desa dijadikan tempat penyaluran oksigen. Meja kerja kepala desa pun sore itu terlihat digunakan oleh dokter untuk melayani keluhan warga.

Meja yang biasanya digunakan untuk menandatangi berkas pun kini difungsikan sebagai tatakan untuk dokter mencatat keluhan warga.

Sementara kursi tamu yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu difungsikan sebagai kursi antrean warga yang memegang nomor urut antrean.

Ruang tengah yang beris lemari dikosongkan agar lapang, tikar dibentang sebagai alas duduk puluhan lansia dan anak-anak duduk menunggu giliran.

Baca: Datangi Desa-desa di Muaro Jambi, Tim Dana Kemanusiaan Kompas Serahkan Bantuan pada Korban Karhutla

Baca: Bawaslu Kota Jambi Lakukan Evaluasi Pengawasan Pemilu 2019, Tiga Hal Ini Paling Jadi Sorotan

Baca: Dua Motor Adu Kambing, Pasangan Kakek Nenek Dilarikan ke Rumah Sakit Jambi

Menghadap kursi dan meja yang ditempati tim kesehatan dari PMI untuk memeriksa tensi dan mencatat keluhan warga.

"Sudah tiga minggu seperti ini," kata Zainal Arifin, bendahara desa yang stand by menyambut bantuan dari berbagai komunitas.

Termasuk saat menerima bantuan dari tim penyalur dana kemanusiaan Kompas yang datang pada Sabtu sore itu.

Ia mengatakan sangat terbantu dengan kedatangan relawan PMI, komunitas dan dokter yang bersedia hadir di sana untuk membantu melayani keluhan warga.

Dalam satu hari lebih dari 100 orang warga desa datang untuk memeriksa kesehatan, mendapat obat atau sekedar meminta diberi oksigen karena gangguan sesak nafas.

"Kemarin waktu ada dokter spesialis kemarin sehari bisa sampai 300 orang. Itu dari pagi sampai jam 10 malam," katanya.

"Jadi difungsikan untuk ruang oksigen, warga tetap di rumahnya tapi ketika mengeluh sakit atau sesak nafas warga kemari, sebagian ada mengeluh diare dan batuk pilek," sambungnya.

Lokasi kebakaran gambut berada tak jauh dari Desa Pematang Raman. Namun untuk menuju lokasi pemadaman dari Pematang Raman tim MPA maupun personel TNI, Kepolisian maupun Manggala Agni mengunakan pompong karena tak ada akses jembatan seperti di desa sekitar yang juga dekat degan lokasi terbakar.

Kabut asap bahkan kerap membuat 530 KK warga terpaksa berdiam diri di rumah untuk kepentingan kesehatan, selama satu bulan lebih siswa di Desa Pematang Raman tak bisa belajar normal.

Baca: Kantor Gubernur Jambi Mencekam, Tamu HUT TNI Bubar Lihat Teroris Baku Tembak

Baca: Tim Kemanusiaan Kompas Beri Bantuan Pada Pengungsi Karhutla di Muaro Jambi

Baca: Linda Tetap Semangat Mengumpulkan Prangko Meski Zaman Telah Berubah

"Sampai saat ini warga masih bertahan di rumah dan mengurangi aktivitas. Alhamdulillah belum ada yang sampai dirujuk. Beberapa hari ini agak lumayan asapnya. Sebelumnya siang atau sore hampir sama, sama-sama gelap," pungkasnya. (Dedy Nurdin)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved