Tim Kemanusiaan Kompas Beri Bantuan Pada Pengungsi Karhutla di Muaro Jambi

Kompas Gramedia Jambi Sabtu sekitar pukul 12.00 WIB mendatangi gudang penyimpanan pupuk milik PT Bara Eka Prima.

Tim Kemanusiaan Kompas Beri Bantuan Pada Pengungsi Karhutla di Muaro Jambi
Tribunjambi/Dedy Nurdin
Tim penyaluran dana kemanusiaan Kompas serahkan bantuan kepada sejumlah korban terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah desa di Kecamatan Kumpeh, Sabtu (5/10/2019). 

Tim Kemanusiaan Kompas Beri Bantuan Pada Pengungsi Karhutla di Muaro Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tim penyaluran dana kemanusiaan Kompas serahkan bantuan kepada sejumlah korban terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah desa di Kecamatan Kumpeh, Sabtu (5/10/2019).

Tim yang perwakilan dari Kompas Gramedia Jambi Sabtu sekitar pukul 12.00 WIB mendatangi gudang penyimpanan pupuk milik PT Bara Eka Prima.

Di gudang bekas penampungan pupuk yang berlokasi di Rt 04 Desa Pematang Raman itu dihuni 32 KK atau sebanyak 70 orang, 20 di antaranya merupakan anak-anak.

Di dalam gudang bangunan kayu yang berada di tepi sungai itu, puluhan pekerja PT BEP beserta anggota keluarganya mengungsi.

Zega, salah seorang buruh juru rawat perkebunan PT BEP yang ditemui di sana mengatakan sudah lima hari mereka terpaksa mengungsi karena kamp divisi tempat tinggal karyawan tak bisa lagi ditempati.

Baca: Kantor Gubernur Jambi Mencekam, Tamu HUT TNI Bubar Lihat Teroris Baku Tembak

Baca: Bawaslu Kota Jambi Lakukan Evaluasi Pengawasan Pemilu 2019, Tiga Hal Ini Paling Jadi Sorotan

Baca: Linda Tetap Semangat Mengumpulkan Prangko Meski Zaman Telah Berubah

"Kondisinya kamp tidak bisa ditempati lagi karna di belakang dan di depan kamp sawit sudah terbakar dan sangat dekat dengan tempat tiggal di sana jadi kami terpaksa diungsikan kemari," katanya.

Di pengungsian sementara itu pun Zega dan laki-laki lainnya harus tidur di jalan depan gudang pupuk. Sebagian tidur di lorong dengan hanya beralas tikar tanpa atap.

Sementara para perempuan dan anak-anak tidur berdesakan di dalam gudang seluas 8×8 meter di atara tumpukan barang dan pakaian yang ikut diungsikan.

"Ini kedua kalinya kami mengungsi kemari, karena kemarin kami juga sempat mengungsi. Mulai padam apinya kami kembali ke sana, setelah beberapa hari ternyata menyala lagi makanya diungsikan lagi," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved