Para Filatelis Jambi Kumpul Pamerkan Koleksinya, Ada Prangko Seharga Rp 10 Juta

Prangko digunakan untuk berkirim surat. Dimasa sekarang tentunya amat jarang ditemukan. Meskipun begitu ternyata filatelis tetap bertahan.

Para Filatelis Jambi Kumpul Pamerkan Koleksinya, Ada Prangko Seharga Rp 10 Juta
Tribunjambi/Nurlailis
Perkumpulan filatelis Indonesia (PFI) pengurus daerah Jambi. 

Para Filatelis Jambi Kumpul Pamerkan Koleksinya, Ada Prangko Seharga Rp 10 Juta

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Apakah kamu tahu apa itu filateli? Filateli merupakan aktivitas hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya. Orang yang gemar mengumpulkan prangko disebut filatelis.

Prangko digunakan untuk berkirim surat. Dimasa sekarang tentunya amat jarang ditemukan. Meskipun begitu ternyata filatelis tetap bertahan.

Di Jambi mereka tergabung dalam perkumpulan filatelis Indonesia (PFI) pengurus daerah Jambi. Mereka melakukan perkumpulan rutin tiap bulannya di Kantor Pos Jambi.

“Dipertemuan kali ini kami mengadakan lomba filateli kreatif, materinya lima puluh persen benda-benda pos dan lima puluh persen non beda pos. Pesertanya pengurus daerah dulu beserta anak-anaknya. Supaya ketika kita mengajak orang untuk menjadi filateli ya kita harus punya koleksinya,” ungkapnya Ketua PFI Jambi, Awaludin, Sabtu (5/10).

Baca: Kantor Gubernur Jambi Mencekam, Tamu HUT TNI Bubar Lihat Teroris Baku Tembak

Baca: Bagaimana Cara Memberi Hukuman Pada Anak? Ressy Buat Pojok Konsekuensi

Baca: Dua Motor Adu Kambing, Pasangan Kakek Nenek Dilarikan ke Rumah Sakit Jambi

PFI Jambi terbentuk sejak tahun 1993. Ia menyampaikan jumlah anggota cukup banyak yaitu mencapai 100 anggota. Sebagai pengurus selalu memotivasi untuk selalu hadir disetiap perkumpulan bulanan serta mengikuti pameran nasional maupun internasional. Seperti tanggal 17-21 Oktober nanti ada pameran nasional.

“Kolektor ini kebanyakan mereka yang bekerja di luar pos. Sekalipun mereka sibuk dengan profesi masing-masing mereka tidak lupa dengan hobinya. Anggota termuda ada yang 7 tahun yaitu anak saya sendiri,” ujarnya.

Cara mengumpulkan prangko tentunya sudah berubah. Kalau dulu dengan berkirim surat, sedangkan saat ini prangko diterbitkan tidak sebanyak dulu. Jadi memang diterbitkan untuk filatelis saja.

Untuk membelinya mereka selalu berburu baik datang ke kantor di Jakarta atau beli via online. Ada juga lelang via media sosial.

Ia yang juga pengurus pusat regional Sumatera menceritakan sudah dari tahun 1984 hobi mengumpulkan prangko.

“Dulu itu gara-gara pramuka, kita disuruh pakai selembang ada tanda kecakapan khusus. Ada salah satunya lambang prangko. Awalnya manual, mengumpulkan prangko bekas kemudian disimpan dalam tempat khusus. Kalau sekarang kan mengikuti pameran diusahakan prangko yang belum digunakan,” ceritanya.

Prangko termahal yang ia miliki seharga Rp 10 jutaan yang ia dapatkan hasil lelang. Prangko tersebut mahal karena artis drawing atau masih lukisan asli si pelukisnya.

“Hobi ini adalah hobi yang mendunia. Ada juga yang mengatakan ini adalah king of hobby, hobby of king,” pungkasnya. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved