Ini Daftar Perusahaan di Jambi yang Direkomendasikan Dicabut Izinnya Akibat Karhutla

Dirjen Gakum KLHK Rasio Ridho Sani langsung turun ke lokasi untuk menyegel konsesi perusahaan di Jambi yang terbakar.

Ini Daftar Perusahaan di Jambi yang Direkomendasikan Dicabut Izinnya Akibat Karhutla
Tribunjambi/Fadly
Dirjen Gakum KLHK Rasio Ridho Sani langsung turun ke lokasi untuk menyegel konsesi perusahaan yang terbakar. 

Ini Daftar Perusahaan di Jambi yang Direkomendasikan Dicabut Izinnya Akibat Karhutla 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hari ini melakukan peninjauan dan juga melakukan penyegelan terhadap dua perusahaan yang lahan konsesinya terbakar.

Dirjen Gakum KLHK Rasio Ridho Sani langsung turun ke lokasi untuk menyegel perusahaan tersebut. "Kita akan lakukan penyegelan di perusahaan PT RKK, PT BEP, dan besok kita akan kembali menyegel PT KU," jelasnya.

Ia mengatakan sudah melakukan penyegelan terhadap 7 perusahaan di Provinsi Jambi. "Selain tiga perusaan tersebut, kami juga telah menyegel 4 perusahaan lainnya yakni PT MAS, PT ABT, PT PDIW, da PT PB," ungkapnya.

Ia mengatakan untul PT RKK ini telah terbakar lahannya dua Kali. "Dulu di tahun 2015 perusahaan ini juga pernah terbakar, sektar 600 hektar, dan sudah kita kenakan perdata yakni pembayaran kerugian negara dan juga pemulihan lahan sebesar Rp 192 milyar, dan itu sudah ingkarah," jelasnya.

Baca: GenBI Lakukan Bakti Sosial Tanggap Bencana, Lansia dan Emak-emak di Desa Puding Rela Antre

Baca: Ini Manfaat Aktivitas Fisik Secara Teratur, Kurangi Risiko Kanker dan Jantung

Baca: Bangun Fasilitas Publik, Pemkot Jambi Siapkan 8,4 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Baca: Cara Terbaik Menurunkan Berat Badan, Lakukan 8 Latihan Ini

Baca: Tumbuhkan Rasa Percaya Diri lewat Storytelling

Namun di tahun 2019 ini, perusahaan tersebut kembali terbakar lahannya. "Tahun ini, PT RKK lahannya terbakar seluas 1.200 hektar, kami akan melakukan tindakan tegas untuk perusahaan yang terbakar sebanyak dua kali," jelasnya.

Ia mengatakan akan mengeluarkan surat rekomendasi pencabutan izin terhadap perusahaan tersebut. "Karena menurut saya hukuman perdata tidak membuat efek jera terhadap perusahaan ini, maka kami akan upayakan surat pencabutan izin," ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan gugatan terhadap perusahaan ini, kemudian admistratif dan pidana terhadap perusahaan ini.

"Dan juga perusahaan perusahaan yang lahannya terbakar berulang-ulang," jelasnya.

Ia mengatakan untuk seluruh Indonesai telah meyegel sebanyak 62 perusahaan yang lahannya terbakar. "Dan sekitar 20 perusahaan asing juga kami segel, dengan total lahan hampir 11 ribu hektar," ungkapnya.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved