8 Suku Anak Dalam di Sumsel Bersekolah di Jambi, Baim Ingin Jadi TNI

Melalui komunitas Sobat Eksplorasi Anak Dalam (SEAD) Jambi, delapan orang SAD saat ini bersekolah di MTs Mahdaliyah.

8 Suku Anak Dalam di Sumsel Bersekolah di Jambi, Baim Ingin Jadi TNI
Tribunjambi/Nurlailis
Melalui komunitas Sobat Eksplorasi Anak Dalam (SEAD) Jambi, delapan orang SAD saat ini bersekolah di MTs Mahdaliyah. 

8 Suku Anak Dalam di Sumsel Bersekolah di Jambi, Baim Ingin Jadi TNI

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI –Melalui komunitas Sobat Eksplorasi Anak Dalam (SEAD) Jambi, delapan orang SAD saat ini bersekolah di MTs Mahdaliyah. Delapan anak ini terdiri dari enam perempuan dan dua laki-laki dengan rentang usia 11-19 tahun.

SEAD merupakan komunitas sosial pendidikan yang aktif melakukan pembinaan SAD sejak Maret 2017. Saat ini ada tiga desa yang dibina oleh SEAD, salah satunya Desa Muara Medak, Bayung Lencir.

Ketua SEAD, Rischa Cosasi mengatakan pada awalnya belum ada rencana untuk melanjutkan sekolah dari anak SAD ini setelah melakukan ujian paket A pada April 2019 lalu.

“Tentunya karena masalah biaya. Ternyata informasi dari pembina SEAD, bunda Fera kasih tau kalau ada orang yang mewakafkan rumahnya. Nah dari situ permasalahan tempat tinggal beres, berarti tinggal biaya sekolah. Waktu itu kita open donasi, jadi banyak yang ikut membantu juga,” jelasnya.

Baca: Markaban Datangi Kantor DPC PDIP Tanjab Timur, Siap Lawan Romi-Robi di Pilkada 2020

Baca: Kepala Syahbandar Air Hitam Hilang Misterius, Ini yang Dihasilkan Setelah Dua Minggu Pencarian

Baca: Kerinci dan Sungai Penuh Diselimuti Kabut Asap, BPBD Sebut dari Tetangga

Baca: Kabut asap yang kian pekat membuat Pemerintah Kabupaten Batanghari menambah hari libur sekolah

Baca: BREAKING NEWS, Udara Tidak Sehat, Sekolah di Muarojambi Kembali Diliburkan

Pada saat itu dana yang terkumpul sekitar Rp 10 juta digunakan untuk kebutuhan sekolah delapan anak ini. Juga perlengkapan buku serta Alquran juga hasil donasi.

Mengenai pemilihan sekolah juga dibantu oleh pembina SEAD tersebut. Beruntungnya pihak sekolah juga meringankan biaya masuk dengan membayar setengahnya dan boleh diangsur juga.

“Delapan orang ini kakak adik dan sepupuan karena memang di SAD dalam satu kelompok itu saling bersaudara. Memang delapan orang ini yang siap untuk ujian paket A. Sebelum mereka ujian paket A, mereka benar-benar dibimbing juga,” ujarnya.

Satu diantara SAD, Baim menceritakan hari-harinya di sekolah berjalan seperti biasanya dan tidak menemukan kesulitan. Ia dan teman-temannya telah berbaur bahkan Baim terpilih sebagai ketua kelas.

“Kalo mata pelajaran yang sulit itu bahasa Arab karena memang baru ini belajar. Yang favorit itu pelajaran matematika dan bahasa Inggris,” ucapnya.

Baim mengaku sudah biasa jauh dari keluarganya. Dalam seminggu sekali pun ia berkomunikasi dengan keluarganya via telephon.

Baim bercita-cita jadi TNI AD. Alasan dibalik itu ia ingin melindungi hutan agar hutan tidak dibabat habis lagi.

Anak-anak ini tinggal di rumah tahfidz dan pondok baca Umah Nadhira yang berlokasi di Jalan Belibis II RT. 59 nomor 40 Kecamatan Jelutung Kota Jambi. Bagi yang ingin menyalurkan donasi bisa melihat informasi lebih lanjut di instagram @sead_jambi. (lai)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved