Secuil Kisah Yayasan Bara Api dan Sahabat Ilmu Jambi, Bergumul dengan Anak Jalanan hingga Penjambret
Dia mengatakan ada tantangan besar yang dihadapi, misalnya saat mereka masuk ke sebuah kampung yang ada di kawasan Telanaipura.
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
Dia mengatakan ada tantangan besar yang dihadapi, misalnya saat mereka masuk ke sebuah kampung yang ada di kawasan Telanaipura.
Baca: Festival Pesona Jambi 2018 Dibuka, Ada Pameran Produk Perhutanan Sosial Hingga Konser Kebudayaan
Baca: Mengintip Potensi Madu Hutan di Festival Pesona Jambi
Di kawasan itu mereka mendampingi anak-anak dengan latar belakang yang beragam. "Ada pengamen, pemulung, jambret. Macam-macam tipe mereka," ujarnya.
Suci miris saat melihat anak-anak itu sangat hobi ngelem. Belum lagi ada penolakan dari orangtua anak yang mereka dampingi.
"Tapi kami terus lakukan pendekatan kepada anak dan orang tua mereka. Akhirnya kami bisa diterima di sana," cerita Suci.
Para guru pekerja sosial ini ternyata tak mendapatkan gaji dari pekerjaannya.
Mereka murni mendedikasikan diri untuk membangun generasi yang lebih baik.
"Kami bekerja bukan karena uang dan kami tidak digaji. Murni pengabdian bagi kalangan yang butuh perhatian," kata Suci. (ang)
Baca: Pasangan Crazy Rich Surabaya, Jusup Cayadi & Clarissa Wang Prewedding di 5 Benua, Begini Mesranya
Baca: Begal Beraksi di Desa Rengkiling, Apes, Ternyata Korbannya Polisi, Ini yang Terjadi