Sudah 20 Tahun Berjalan, SMPN 7 Siap Hentikan Program Belajar Tambahan Jika Pungutan Biaya Dilarang

Adanya dugaan pungutan liar di SMPN 7 Kota Jambi, berkedok kegiatan belajar tambahan rupanya sudah ada sejak tahun 1999.

Sudah 20 Tahun Berjalan, SMPN 7 Siap Hentikan Program Belajar Tambahan Jika Pungutan Biaya Dilarang
TRIBUNJAMBI/AWANG AZHARI
Gedung SMPN 7 Jambi tampak dari depan.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Adanya dugaan pungutan liar di SMPN 7 Kota Jambi, berkedok kegiatan belajar tambahan rupanya sudah ada sejak tahun 1999. Karena SMPN 7 dikabarkan selalu menjadi sekolah unggulan, sehingga selalu ada program yang dikeluarkan di sekolah ini.

Sebagai ketua program sanggar belajar tambahan Junarso mengatakan bahwa dirinya masuk ke SMP N 7 sejak tahun 2000. Namun pada tahun 1999 program ini sudah belajar tambahan ini sudah ada. "Jadi saya hanya melanjutkan program ini saja," katanya saat dikonfirmasi via telephon, Senin (8/4).

Menurutnya sejak tahun 2000 tersebut tidak ada wali murid yang keberatan terkait belajar tambahan tersebut. Karena kegiatan ini, sudah diberitahukan kepada orang tua siswa dengan beberapa ketentuan.

Pertama anak yang memiliki SKTM atau siswa miskin tidak diwajibkan membayar iuran, kedua iuran siswa tidak dipatok berapa harus membayar, ketiga siswa boleh mengikuti kegiatan belajar tambahan atau boleh tidak mengikuti.

Baca: Korupsi Bibit Kerbau Sarolangun Rugikan Negara RP 200 Juta, Hendra Divonis 1 Tahun Penjara

Baca: Dihantam Hujan Deras dan Angin Kencang, Atap Kantor Pos Muara Bungo Roboh

Baca: Jelang Pemilu 2019, KPU Bungo Masih Kekurangan Ribuan Surat Suara, DPR RI Terbanyak

Baca: TUK Indonesia Sebut 25 Grup Taipan Sawit Bermain di Pemilu 2019

Baca: Tolak Balak, Warga Tanjab Timur Jambi Lakukan Tradisi Ratib Saman, Keliling Kampung Sambil Tahlilan

Katanya dari 100 persen siswa di SMPN 7 hanya 90 persen sisa yang mengikuti sanggar belajar tambahan. Dari 90 persen siswa tersebut tidak ada orang tua yang keberatan. Justru orang tua berterimakasih karena rerata orang tuanya bekerja sebagai ASN.

"Jadi istilahnya anak-anak dititip menjelang orang tuanya pulang kerja. Tetapi bukan asal dititip, tapi kita beri ilmu dan pelajaran, justru kalau tidak dititip di sekolah orang tua kebingungan kemana harus menitip anaknya, sebelum jam pulang ASN," jelasnya.

Karena tidak dipatok pembayarannya, maka jenis pembayaran yang diterima juga beragam. Setelah uang diterima maka honor akan dibagikan kepada guru yang mengajar.

"Seperti misalnya untuk kegiatan Olimpiade, persiapan belajar Ujian Nasional, peminat seni, pengembangan bakat dan lainnya," ujarnya.

Junarso mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui bahwa untuk kegiatan tersebut sudah diback up dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun dana bos dinilai tidak cukup untuk kegiatan ekstrakulikuler dan menjadikan SMPN 7 bertahan sebagai sekolah unggulan.

"Kalau tidak ada belajar tambahan, tidak akan mungkin lahir generasi-generasi unggul dari SMPN 7. Kalau dana BOS mengcover dari pukul 07.00 hingga pukul 14.00, setelah itu kita sebagai pihak sekolah yang membantu siswa untuk belajar tambahan," katanya.

Menurutnya jika kegiatan ini tidak disetujui lagi. Maka pihaknya akan segera menghentikan program tersebut. Namun jika harus mengembalikan uang yang sudah disumbangkan dari siswa untuk guru, maka dirinya tidak mau.

"Untuk siswa yang sudah lulus bagaimana? Kemana harus mengembalikannya," katanya.

Dirinya juga sudah mengetahui bahwa inspektorat sudah memeriksa berkas pungutan uang belajar tambahan tersebut. "Kita jelas, semua bukti ada. Inspektorat juga wellcome dan akan dicarikan solusi terbaik," pungkasnya.

Baca: Lelang Kendaraan Dinas Provinsi Jambi Akan Dimulai, Ada Mobil Lexus Tunggangan Alm Zulkifli Nurdin

Baca: Ratusan Warga Tanjab Timur Lakukan Ratib Saman, Tradisi Kampung untuk Tolak Balak

Baca: Pemilu 2019, Sekda Minta Da’i Ikut Cegah Kemungkaran: Jangan Jual Harga Diri dengan Uang Sogokan

Baca: Kaji 25 Grup Perusahaan Sawit, Walhi: Satu Juta Hektare Izin Perkebunan Sawit di Jambi Tak Jelas

Baca: Rapat Forum CRS, Maulana Sindir Baru 70 Pengusaha di Kota Jambi yang Keluarkan Dana CSR

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved