TUK Indonesia Sebut 25 Grup Taipan Sawit Bermain di Pemilu 2019

TUK Indonesia menyebut penguasaan taipan akan perkebunan sawit menjadi gape yang menimbulkan ketimpangan.

TUK Indonesia Sebut 25 Grup Taipan Sawit Bermain di Pemilu 2019
tribunjambi/Dedy Nurdin
Walhi Jambi gelar diseminasi informasi kajian atas 25 group kelapasawit terbesar di Indonesia. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lembaga Swadaya Masyarakat Transformasi Untuk Keadilan (TUK) Indonesia menyebut penguasaan taipan akan perkebunan sawit menjadi gape yang menimbulkan ketimpangan.

Berdasarkan hasil study TUK Indonesia, penguasaan kelapa sawit didominasi para taipan dari 25 grup bisnis. Dari 16 juta hektare sawit di Indonesia 5,8 juta dikuasai oleh 25 group kelapa sawit.

"3,4 juta ditanami sawit, 2,4 juta belum ditanami. Artinya dibiarkan kosong, ini hasil penelitan TUK Indonesia bersama Barkundo," kata Mubarak Khalid, perwakilan TUK Indonesia di Kantor Walhi Jambi pada Senin (8/4/2019).

Mubarak juga menyebutkan, total kekayaan 29 orang pemilik 25 group bisnis sawit ini berjumlah 88 juta USD.

"Kekayaan individunya total 88 miliar USD, setara IDR 1.168,3 triliun. APBN Indonesia tahun 2017 sebesar 2.080 triliun. Kekuatan mereka setara dengan setengah APBN Indonesia," kata Mubarak.

Baca: Kaji 25 Grup Perusahaan Sawit, Walhi: Satu Juta Hektare Izin Perkebunan Sawit di Jambi Tak Jelas

Baca: Tolak Balak, Warga Tanjab Timur Jambi Lakukan Tradisi Ratim Saman, Keliling Kampung Sambil Tahlilan

Baca: Pemilu 2019, Sekda Minta Da’i Ikut Cegah Kemungkaran: Jangan Jual Harga Diri dengan Uang Sogokan

Baca: Lelang Kendaraan Dinas Provinsi Jambi Akan Dimulai, Ada Mobil Lexus Tunggangan Alm Zulkifli Nurdin

Baca: Fasha Akan Jembatani Penjual Bubur dan Kuliner Khas Jambi untuk Investasi di Singapura

Ia juga mengatakan TUK Indonesia meyakini 29 taipan kelapa sawit tersebut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pemilu 2019 baik Anggota DPR RI serta DPRD Provinsi dan Kabupaten.

"Termasuk dalam pilpres 2019 kali ini, setidak-tidaknya mereka main dua kaki," kata Mubarak.

"Lobi-lobi perizinan ini juga yang harus kita kawal terutama di momentum politik ini jangan sampai kita kecolongan," pungkasnya.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved