Tolak Balak, Warga Tanjab Timur Jambi Lakukan Tradisi Ratib Saman, Keliling Kampung Sambil Tahlilan

usai menggelar salat Maghrib berjamaah masyarakat Nipah Panjang tepatnya di Kelurahan Rantau Rasau Dua, menggelar doa selamat, burdah dan dzikir.

Tolak Balak, Warga Tanjab Timur Jambi Lakukan Tradisi Ratib Saman, Keliling Kampung Sambil Tahlilan
Tribunjambi/Abdul Usman
Ratusan masyarakat Nipah Panjang melakukan pawai Ratib Saman dengan bacakan tahlil sembari keliling kampung. Tradisi ini umum dilakukan setiap tahunnya sebagai tolak balak. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Setelah dilakukan pembukaan dan pawai pada pukul 16.00 WIB, kegiatan tradisi budaya Ratib Saman kembali dilanjutkan malam hari.

Pantauan Tribunjambi.com, usai menggelar salat Maghrib berjamaah masyarakat Nipah Panjang tepatnya di Kelurahan Rantau Rasau Dua, dipimpin para tetua menggelar doa selamat, burdah dan dzikir bersama.

Dijadwalkan usai berzikir dan doa bersama, memasuki acara puncak yakni pawai kebudayaan, di mana masyarakat akan membacakan tahlil sembari berkeliling kampung. Dimana saat kegiatan tersebut dalam keadaan gelap.

“Ya, nanti setelah semua kegiatan dilakukan puncaknya usai salat Isya kita akan melakukan Ratib Saman tahlil keliling kampung, dengan membaca doa tolak bala. Namun saat kegiatan tersebut harus mati lampu tujuannya agar kegiatan tersebut lebih khidmat dan khusuk,” ujar Camat Nipah Panjang Kamaruddin.

Baca: Ratusan Warga Tanjab Timur Lakukan Ratib Saman, Tradisi Kampung untuk Tolak Balak

Baca: Pemilu 2019, Sekda Minta Da’i Ikut Cegah Kemungkaran: Jangan Jual Harga Diri dengan Uang Sogokan

Baca: Kaji 25 Grup Perusahaan Sawit, Walhi: Satu Juta Hektare Izin Perkebunan Sawit di Jambi Tak Jelas

Baca: Lelang Kendaraan Dinas Provinsi Jambi Akan Dimulai, Ada Mobil Lexus Tunggangan Alm Zulkifli Nurdin

Baca: Fasha Akan Jembatani Penjual Bubur dan Kuliner Khas Jambi untuk Investasi di Singapura

Dikatakannya pula, kegiatan ini sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan di Kecamatan Nipah Panjang tepatnya di Kelurahan Nipah Panjang Dua Kecamatan Nipah Panjang. Dalam penyelenggaraannya bekerjasama dengan Disbudparpora Tanjab Timur.

Sementara itu Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Timur Sapril, dalam kesempatan tersebut menuturkan, dirinya berharap kegiatan tardisional kebudayaan seperti ini harus terus dikembnagkan dan dilestarikan hingga kegenerasi.

“Harapannya semoga kegiatan ini dapat menjadi objek wisata budaya seperti kegiatan budaya lainnya yang ada di Tanjab Timur, seperti satu di antaranya Mandi Safar,” harap Sekda.

Dirinya juga mengapresiasi antusias masyarakat dalam mengikuti dan menjalankan kegiatan tahunan tersebut, mengingat momen seperti ini hanya dapat ditemukan di daerah tertentu tidak setiap daerah memiliki kegiatan budaya seperti ini.

Pantauan Tribunjambi.com, saat ini masyarakat dengan antusias menantikan puncak acara yang dijadwalkan akan diselenggarakan ba’da Isya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved