Korupsi Bibit Kerbau Sarolangun Rugikan Negara RP 200 Juta, Hendra Divonis 1 Tahun Penjara

Terdakwa Hendra Poltak dalam kasus korupsi bibit kerbau diputus 1 tahun oleh ketua majelis hakim Erika Sari Emsah Ginting.

Korupsi Bibit Kerbau Sarolangun Rugikan Negara RP 200 Juta, Hendra Divonis 1 Tahun Penjara
Tribunjambi/Wahyu
Kerbau berkubang di lapangan Gunung Kembang Kantor Bupati Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa Hendra Poltak dalam kasus korupsi bibit kerbau diputus 1 tahun oleh ketua majelis hakim Erika Sari Emsah Ginting.

Hal ini dipertegas oleh Lexy Fatharani Kurniawan selaku kasi penerangan hukum Kejaksaan Tinggi Jambi, pada Senin (8/4).

"Terdakwa tidak mengajukan banding," katanya.

Lexy mengatakan hukumannya dikurangi karena Poltak sudah mengganti kerugian negara.

Sebelumnya Poltak Hendra diuntut 1 tahun 6 bulan penjara dan denda 50 juta serta subsider 2 bulan. Selain itu juga uang pengganti kerugian negara sebesar Rp223.425.000.

Bukhari selaku jaksa penuntut umum engatakan terdakwa dijerat pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf  b, Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca: Dihantam Hujan Deras dan Angin Kencang, Atap Kantor Pos Muara Bungo Roboh

Baca: Jelang Pemilu 2019, KPU Bungo Masih Kekurangan Ribuan Surat Suara, DPR RI Terbanyak

Baca: TUK Indonesia Sebut 25 Grup Taipan Sawit Bermain di Pemilu 2019

Baca: Tolak Balak, Warga Tanjab Timur Jambi Lakukan Tradisi Ratib Saman, Keliling Kampung Sambil Tahlilan

Baca: Pemilu 2019, Sekda Minta Da’i Ikut Cegah Kemungkaran: Jangan Jual Harga Diri dengan Uang Sogokan

Dari fakta persidangan diketahui bahwa terdakwa Poltak Hendra, S selaku Direktur CV. Tia Karya yang bertindak sebagai penyedia barang/jasa pekerjaan pengadaan bibit ternak kerbau ras Kerbau Lumpur pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sarolangun Tahun Anggaran 2009 berdasarkan Surat Perjanjian (kontrak) Nomor : 542/20/KONT/Kan-Nak/Bid.Nak/ 2009 tanggal 19 Agustus 2009.

Jangka waktu pelaksanaan program ini  selama 120 hari kalender terhitung sejak tanggal 22 Agustus 2009 s.d 19 Desember 2009 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2009.

Lokasinya di Desa Pulau Salak Baru, Desa Bukit Kamilau Ulu dan Desa Bathin Pangambang Kecamatan Batang Asai, Desa Berkun, Desa Ranggo dan Desa Mersip Kecamatan Limun, Desa Teluk Rendah dan Desa Lubuk Resam Kecamatan Cermin Nan Gedang Kabupaten Sarolangun.

Akibat perbuatan terdakwa dalam kegiatan pengadaan bibit ternak kerbau pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sarolangun Tahun 2009 telah menimbulkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp 223.425.000, sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif BPK RI Nomor : 92/LHP/XXI/12/2018 tanggal 13 Desember 2018.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved